Upacara pembaretan Bintara dan Tamtama di Pantai Nganteb (ist)

BACAMALANG.COM – Sebanyak 605 prajurit yang terdiri dari 106 Bintara Remaja dan 499 Tamtama Remaja angkatan XXXVIII gelombang dua mengikuti upacara pembaretan di Pantai Nganteb, Kabupaten Malang, Sabtu (9/11/2019).

Mereka kini resmi mengenakan baret ungu Korps Marinir. Sebelum menyandang baret ungu, para Bintara dan Tamtama ini telah melewati serangkaian proses pendidikan yang cukup panjang.

Diawali pendidikan dasar kemiliteran selama lima bulan di Puslatdiksarmil, kemudian lanjut pendidikan kejuruan Marinir selama enam bulan, pendidikan komando selama tiga bulan di hutan Selogiri, dan terakhir latihan praktek KSIT, Opsfib, kursus Tamtama selama satu bulan di Puslatpurmar 4 Purboyo Komando Latih Korps Marinir.

Dankormar menyapa para Bintara dan Tamtama yang baru mengikuti upacara pembaretan (ist)

Dalam upacara pembaretan tersebut, Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) menyampaikan sejumlah pesan-pesannya kepada para Bintara dan Tamtama yang baru saja menyandang baret ungu.

“Bagi Bintara dan Tamtama Remaja Korps Marinir, pemakaian baret ungu Korps Marinir adalah momentum dan titik awal proses pengabdian kepada negara dan bangsa dengan konsekuensi berkewajiban dan mempunyai rasa tanggung jawab untuk berperilaku dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai luhur dan kehormatan Korps Marinir, kewajiban tersebut sekaligus juga menjadi landasan moral prajurit Korps Marinir dalam melaksanakan penugasannya,” kata Suhartono, dalam rilis yang didapat, Minggu (10/11/2019).

Suhartono menambahkan, mulai saat ini, para Bintara dan Tamtama itu harus menumbuhkan dan memupuk kesadaran bahwa mereka semua adalah prajurit-prajurit profesional kebanggaan rakyat, yang memiliki jiwa kesatria sebagai prajurit petarung sejati yang religius.

Namun, lanjutnya, prajurit harus tetap berperilaku humanis dan selalu berdiri tampil sebagai garda terdepan guna membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kesadaran ini harus dipegang dalam jati diri setiap prajurit dimanapun nantinya kalian bertugas,” tegasnya.

Upacara pembaretan Bintara dan Tamtama di Pantai Nganteb (ist)

Suhartono pun menjelaskan, upacara pembaretan ini merupakan upacara yang sakral bagi prajurit Korps Marinir.

“Upacara pembaretan merupakan salah satu bentuk kegiatan tradisi Korps Marinir sebagai implementasi dari pembinaan aspek kultural sekaligus sebagai momentum penting dan memiliki nilai historis dalam perjalanan karir bagi setiap prajurit Korps Marinir. Selain itu upacara pembaretan juga merupakan simbol keabsahan seorang prajurit menyandang status sebagai prajurit Korps Marinir TNI AL,” ungkapnya.

Dalam upacara pembaretan tersebut juga hadir, Komandan Pasmar 1, Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, M.Tr (Han); Komandan Pasmar 2, Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M; Komandan Pasmar 3, Brigjen TNI (Mar) Amir Faisol, S.Sos., M.M.

Kemudian hadir juga Komandan Kodikmar, Kolonel (Mar) Sarjito; Komandan Kolatmar, Kolonel (Mar) Suliono, S.E; Komandan Brigif 4 Mar/BS, Kolonel (Mar) Ahmad Fajar; Asops Dankormar, Kolonel (Mar) Y. Rudi Sulistyanto; Asops Kasgartap III/Sby, Kolonel (Mar) Joni Sulistiawan; Wadan Lantamal V, Kolonel (Mar) Jasiman Purba, S.E; Komandan Lanmar Surabaya, Kolonel (Mar) Mauriadi.

Penulis: Dhimas Fikri