Foto : Wali Kota Malang beri perhatian kepada Naga (8,5) yang mengamen, sekaligus juga ibunya yang sakit (ist)

BACAMALANG.COM – Kasih sayang seorang anak terhadap orangtua-nya sungguh tiada batasnya. Karena jasa orangtua-lah, sang buah hati bisa tumbuh besar. Hal inilah yang membuat Naga, anak berusia  8,5 tahun rela mengamen untuk menyambung hidup dan merawat ibunya yang sedang sakit di dalam kamar kos, Jalan Borobudur IV kota Malang.

Mendengar adanya informasi ini, Wali Kota Malang, Drs Sutijai langsung bergerak cepat dengan mendatangi tempat tinggal Naga bersama ibunya, Siti Aisyah (33) yang diketahui menderita sakit patah tulang kaki dan tangan usai kecelakaan lalu lintas pada 30 Mei 2019 lalu. Ikut mendampingi Sutiaji, Kadinkes Pranoto, Plt. Kadinsos Peni Indriani, Camat Blimbing Muarif,  Lurah Blimbing Roni,  Muspika Blimbing,  Kepala Puskesmas Cisadea dan petugas Dinsos kota Malang.

“Dari hasil kunjungan segera akan diuruskan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), iuran BPJS dan rujukan pemeriksaan ke rumah sakit serta pendampingan untuk ananda Naga agar bisa fokus belajar,  “tutur Sutiaji. Yang utama biar bu Siti segera ditangani rumah sakit terlebih dahulu (terencana senin, red). Imbuh Wali Kota penggemar bulu tangkis tersebut.

Foto : Wali Kota Malang saat berbincang bersama ibu dari Naga (ist)

Dalam kesempatan ini, Sutiaji juga menyampaikan rasa terima kasih kepada media dan juga komunitas sosial media yang menginformasikan kondisi yang ada di lapangan. “Ya memang pada titik tertentu kita (pemkot) ada keterbatasan. Tidak selalu apa yang di lapangan segera diketahui.  Oleh karenanya melalui mata dan telinga media, saya sampaikan terima kasih infonya sehingga segera bisa dicarikan solusi dan ditangani,” tandas Pak Aji, demikian Walikota Malang akrab disapa.

Diinformasikan Lurah Blimbing, Roni Kuncoro, sebenarnya warga sekitar bersama Ketua RT telah berinisiatif menawarkan ke rumah sakit atas sakit yang dialami Siti Aisyah saat mengendarai sepeda motor di daerah Situbondo bersama anaknya tersebut.

“Beliau lebih memilih pengobatan non medis (karena khawatir biaya, red.). Bahkan iuran BPJS yang 10 bulan tidak terbayar,  juga telah dilunasi atas sumbangsih salah satu warga,” terang Roni.

Untuk diketahui, kecelakaan yang juga membuat pelipis Naga mengalami jahitan itu tidak terlalu diingat oleh Aisyah. Hanya saja, dirinya kemudian mau menandatangani surat perdamaian karena diminta memperbaiki mobil yang ditabrak atau telah menabrak dirinya tersebut.

Siti Aisyah yang sudah tak lagi bisa mencari nafkah ini, sebelumnya juga mendapatkan perhatian dari anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya. Bahkan Ketua PWI Malang Raya, M. Ariful Huda, juga siap mengajak anggotanya melakukan penggalangan dana.