Foto : Tanaman Kakao. (ist).

BACAMALANG.COM – Hingga kini tidak banyak masyarakat yang paham jika tanaman Kakao pernah berjaya di Kabupaten Malang.

Guna membangkitkan kembali kejayaan tanaman kakao atau coklat 15 tahun silam,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan(DTPHP) membudidayakan kembali tanaman perkebunan asal Amerika Selatan ini.

“Sebelum era reformasi,tanaman kakao ini sangat dominan di Kabupaten Malang bahkan dipasarkan hingga tembus pasar nasional dan dunia,” tandas Kepala Dinas Tanaman Pangan Pertanian dan Holtikultura (DTPHP) Kabupaten Malang Dr.Ir.Budiar Anwar M.Si, Selasa (1/10/2019).

Kebijakan menjadikan tanaman kakao sebagai komoditi unggulan pertanian
Di wilayah Kabupaten Malang ini mulai pudar saat masuki era reformasi tahun 1998 silam.

Tanaman ini banyak ditebang oleh sekelompok masyarakat berdalih sengketa lahan yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan negara.

Akibat penebangan tanaman tersebut,pihaknya mengaku telah kehilangan pohon induk.

“Saat ini masih ada bibit kakao yang masih tersisa yaitu jenis edel yang nantinya kami kembang biakkan di beberapa wilayah seperti,Dampit,Pagak dan Sumbermanjing Wetan,” terang Budiar.

Berawal dari areal seluas sekitar 40 hektar, Budiar berupaya mengembangkannya.

Sehingga ke depan tanaman kakao di Kabupaten Malang ini bisa berjaya kembali seperti tahun sebelumnya.

“Untuk pengadaan bibit dan peralatan paska panen,kami akan bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur,” ulas Budiar.

Juga dijelaskan Budiar, beberapa waktu lalu pihaknya kedatangan seorang pengusaha dari Jakarta terkait keinginannya untuk kelola kelola tanaman kakao yang masih organik.

“Setelah dilakukan uji di laboratorium, ternyata sampel coklat dari daerah Sumawe itu cocok.Atas sinergi dengan DTPHP Kabupaten Malang,pengusaha itu bersedia memasarkannya,” pungkasnya.

Pewarta : Had Tris