Foto : Purnadi, Kepala Bapenda Kabupaten Malang. (Hadi)

BACAMALANG.COM – Berbekal optimalisasi kinerja tim, dan Sosialisasi Aplikasi simpal BPHTB, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, optimis target pajak BPHTB surplus Rp 40 M di tahun ini.

“Saya optimis target terlampaui dan surplus. Kami telah mengoptimalkan kinerja tim dan sosialisasi aplikasi simpal BPHTB kepada semua pihak,” terang Purnadi dalam wawancara via WhatsApp Senin (16/7/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Bapenda Kabupaten Malang, memperkirakan pendapatan pajak BPHTB mampu surplus Rp 40 Miliar tahun ini.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) memang didominasi dari penghasilan pajak. 

Dari beberapa sektor pajak yang ada di Kabupaten Malang, BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan), menjadi sektor pajak yang menyumbang pendapatan tertinggi jika dibandingan dengan sektor pajak yang lainnya.

”Jika mengacu catatan yang telah kami himpun, sektor pajak BPHTB diprediksi bakal mengalami surplus mencapai kisaran hingga Rp 40 miliar,” kata Dr Purnadi.

Pada tahun 2019 ini, lanjut Dr Purnadi, target pajak BPHTB ditarget memperoleh pendapatan Rp 55 miliar. 

Namun hingga Agustus lalu, penghasilan pajak di sektor ini sudah mendulang pendapatan mencapai Rp 63. 630. 757. 572.

”Hanya dalam waktu delapan bulan, pajak BPHTB sudah mengalami surplus hingga lebih dari Rp 8,6 miliar,” terang mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.

Dikatakannya, jika dirata-rata di setiap bulannya pajak BPHTB mengantongi pendapatan mencapi kisaran lebih dari Rp 7 miliar. 

Hal itu terbukti pada Agustus lalu, saat itu Bapenda Kabupaten Malang mampu mendulang pendapatan pajak BPHTB hingga Rp 7. 199. 861. 152.

”Apabila tren positif ini terus berlanjut, diprediksi hingga tutup buku 2019 pendapatan pajak BPHTB bisa mengalami surplus hingga Rp 40 miliar,” jeoasnya.

Capaian semacam ini bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2018 lalu, dari target yang hanya dipatok Rp 80 milyar hingga tutup buku penghasilan pajak BPHTB mampu memperoleh pendapatan hingga Rp 112. 903. 983. 738.

*Penjualan Tanah Meningkat

Intensifnya jual beli tanah dan properti di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendorong perolehan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) cukup besar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang Purnadi mengatakan realisasi BPHTB itu adalah yang tertinggi dibandingkan dengan realisasi pajak-pajak lainnya selama semester I/2019.

Setorannya hingga 10 Juli 2019 telah mencapai 87% dari target 2019.

Purnadi mengatakan, sampai 10 Juli lalu, Bapenda mendapat penghasilan pajak daerah mencapai kisaran Rp117,5 miliar.

“Jika melihat waktu yang masih tersisa sekitar enam bulan ke depan, kami yakin pendapatan pajak daerah bisa mendulang surplus seperti di tahun-tahun sebelumnya,” terang Purnadi.

Pewarta : Had Tris