korban
korban penganiayaan meninggal setelah bertahan 24 jam (ist)

BACAMALANG.COM – Nasib tragis menimpa Suwarso (62) warga Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Setelah bertahan selama 24 jam dari luka berat usai dianiaya seorang pemabuk, ia akhirnya meninggal di RSUD Kanjuruhan.

Korban mengalami luka berat akibat pukulan tangan kosong di bagian wajah dan kepalanya, yang dilakukan oleh pemabuk yang kini masih dalam pengejaran polisi Polsek Sumberpucung Polres Malang.

Tragisnya, pemukulan brutal pelaku dilakukan di hadapan istri korban, Jumini (44). Terlebih, korban baru menikah secara siri 2 hari lalu dengan Jumini.

Diperoleh informasi, tindakan beringas pelaku terjadi di depan rumah atau warung, Selasa (20/8/2019) sore, di Jalan Dr Wahidin, Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Setelah memukuli korban, pelaku langsung melarikan diri.

Kapolsek Sumberpucung, AKP Edi Sunjata menjelaskan bahwa korban sempat dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

Korban mengalami luka berat akibat pukulan tangan kosong di bagian wajah dan kepalanya.

Seharian dirawat intensif, Rabu (21/8/2019) pukul 14.00, nyawa korban tak terselamatkan.

Kejadian itu sudah dilaporkan ke Polsek Sumberpucung. Jenazah korban lalu dibawa menuju RSU Dr Saiful Anwar Malang untuk menjalani otopsi.

Sekitar pukul 18.00 anggota Identifikasi Polres Malang mendatangi kamar forensik. Datang pula anggota Polsek Sumberpucung, warga Sambigede dan seorang anak korban.

Pukul 19.30, jenazah selesai menjalani visum et repertum lengkap atau autopsi. Dari observasi jenazah, korban menderita luka sobek di bibir bawah, luka memar di mata kanan dan kiri serta di belakang telinga, luka lecet di kaki dan tangan.

Menurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya, darah sempat mengucur dari telinga korban.

Warga Sambigede yang menggantarkan korban berharap pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku.

Warga juga berharap penjualan minuman keras dapat berkurang lantaran dapat menyebabkan nyawa manusia melayang.

“Ini juga karena miras. Semoga tidak terulang lagi. Ada saksi yang melihat kejadian, Pak,” ungkap warga lainnya yang turut mengurus administrasi visum et repertum.

Sementara itu Kapolsek menyatakan pihaknya tengah menyelidiki motif dan keberadaan pelaku.

“Hingga kini, kami masih mendalami motif dan keberadaan pelaku,” tegas Kapolsek Sumberpucung, AKP Edi Sunjata.

Pewarta : Had Tris