Perwakilan warga Ngenep yang melapor ke Polres Malang menunjukkan sejumlah barang bukti (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Penebangan pohon jenis kemiri di salah satu area sumber mata air di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, yang dilakukan orang suruhan perangkat desa membuat warga berang.

Akibat penebangan pohon secara sepihak tersebut, sejumlah warga akhirnya melapor ke Polres Malang, Rabu (4/12/2019).

Salah satu tokoh masyarakat Desa Ngenep, Niti Ahmad menuturkan bahwa pohon kemiri itu ditebang oleh Ngateman. Ngateman ini mengaku mendapat perintah dari salah satu perangkat desa bernama Mulyono dan Kepala Desa Ngenep, Suwardi.

“Pohon dipotong tanpa musyawarah dengan warga desa. Pohon kemiri di sekitar sumber sesuai aturan desa tidak boleh ditebang,” kata Niti, ditemui di Mapolres Malang, Rabu (4/12/2019).

Niti menambahkan, ada tiga pohon kemiri yang ditebang. Ketiga pohon tersebut ditebang pada awal Oktober lalu.

“Pohon masih hidup kok ditebang. Penebangan pohon ini membuat warga desa tak terima. Karena keberadaan pohon selain untuk penghijauan, juga menjadi penyanggah sumber air dan kehidupan warga desa,” tegasnya.

Setelah ditebang, ketiga batang pohon tersebut kemudian dijual dan mendapatkan uang sebesar Rp 2 juta. Pihak Pemerintah Desa Ngenep kemudian berencana memberikan uang itu kepada Karang Taruna dan bendahara desa, namun kedua pihak menolak.

“Apalah artinya uang kalau pohon diatas sumber kemudian ditebang. Karang taruna dan bendahara desa tidak mau menerima uang tersebut karena tidak melalui musyawarah desa lebib dulu,” ungkap Niti.

Selain terkait perkara penebangan pohon tersebut, ada hal lain lagi yang dilaporkan warga. Perkara tersebut yaitu dugaan pemalsuan data soal tanah milik warga yang dijadikan tempat penampungan sampah, justru diklaim dan diatasnamakan istri dari kepala desa.

Penulis: Dhimas Fikri