Foto : Malang Open 2019. (ist)

BACAMALANG.COM – Dinilai sukses diikuti banyak peserta dan menyuguhkan pertandingan berkualitas,
Dewan Wasit kejuaraan Karate memperebutkan Piala Wali Kota Malang dan Rektor IKIP Budi Utomo memberikan apresiasi.

Hal ini dikatakan Ketua Dewan Wasit Tri Bekti, kepada wartawan di sela-sela pelaksanaan Malang Open X tahun 2019 Minggu (24/11/2019).

“Kami memberikan apresiasi positif kejuaraan karate memperebutkan Piala Wali Kota Malang dan Rektor IKIP Budi Utomo karena diikuti banyak peserta. Selain itu suguhan pertandingan saya kira semakin bermutu,” tutur Tri Bekti.

Sekilas informasi, sebanyak 55 pertandingan di hari pertama, Sabtu (23/11/2019) Malang Open X 2019 telah diselesaikan.

Even yang memperebutkan Piala Wali Kota Malang dan Rektor IKIP Budi Utomo ini diikuti 1.521 karateka Nasional maupun Internasional.

Perolehan sementara medali sampai hari kedua, Ahad (24/11/2019), menempatkan Forkab Malang di urutan teratas.

Forkab Malang yang terdiri dari beberapa dojo atau perguruan ini mendapat 7 emas, 8 perak dan 11 perunggu.

Disusul urutan kedua dan ketiga, Inkai Sepande (6 emas, 1 perak, 2 perunggu), dan Dojo Harimu (4 emas, 2 perak, 4 perunggu).

Di posisi keempat ditempati tamu dari mancanegara, Brunei Darussalam yang mendapat 4 emas, 1 perak.

Tri Bekti, memuji seluruh pelaksanaan Malang Open X tahun 2019, dari segi kepesertaan menyedot perhatian karateka dari berbagai provinsi di Indonesia.

 “Malang Open tahun ini, saya nilai cukup berhasil, seluruh pertandingan di semua nomor, dapat berjalan sesuai dengan rencana. Ini menandakan kualitas sebuah kegiatan benar-benar diperhatikan oleh panitia,” terang Tri Bekti.

Ukuran sukses lain yang paling kelihatan adalah, tidak ada insiden apapun selama kegiatan berlangsung. Termasuk dalam pertandingan juga tidak ada  atlet  yang cidera.

“Kalau cidera kecil saya kira itu wajar. Yang penting tidak ada peserta yang sampai dirujuk ke rumah sakit,” imbuh Tri Bekti.

Sementara itu, Ketua Forki Kota Malang, Ahmad Lani mengatakan, di hari kedua ini dipastikan lebih seru karena banyak menampilkan partai senior.

Ditambah dengan semangat untuk menambah medali dari masing-masing kontingen, pasti bakal seru.

“Nuansanya berbeda dibanding hari pertama yang masih banyak menampilkan karateka yunior maupun pemula,” jelas Ahmad Lani.

Secara keseluruhan, kata Lani, 332 medali yang diperebutkan untuk masing-masing satu medali emas (Juara 1), satu medali perak (Juara 2), dan dua medali perunggu (Juara 3 bersama).

 “Untuk jumlah kelas yang dipertandingkan ada 89 kelas,” terang Ahmad Lani mengakhiri. (Had)