Foto : Presiden Jokowi melihat foto KH Masjkur. (setpres)

BACAMALANG.COM – KH Masjkur resmi menjadi salah satu tokoh yang diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) ini lahir di Desa Pagetan, Singosari, Kabupaten Malang pada 30 Desember 1902.

Pemberian gelar kepada Kiai yang wafat pada 1994 silam ini sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120/TK/2019 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Tanda Gelar Pahlawan Nasional ini, akan disimpan di kediaman KH Masjkur di Singosari.

Dalam unggahan Instagram @khofifah.ip, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menulis tentang perjuangan Masjkur hingga diangkat menjadi Pahlawan Nasional 2019.

KH Masjkur disebut pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI dua kali yakni pada tahun 1947-1949 dan 1953-1955. Semasa jaman perjuangan, KH Masjkur merupakan salah satu pendiri Pembela Tanah Air (Peta) yang kemudian menjadi unsur laskar rakyat dan TNI di seluruh Jawa.

“Ketika pertempuran 10 November 1945, beliau Panglima Laskar Sabilillah, anggota BPUPKI yang ikut merumuskan Pancasila dan UUD 1945. Semoga semua amal ibadahnya diterima Allah SWT dan kita bisa meneladani perjuangan dan pengorbanan beliau. Amin.” tulis akun tersebut.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo memang menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam orang tokoh yang semasa hidupnya dianggap berjasa dalam perjuangan di berbagai bidang untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Penerima gelar selain KH Masjkur yakni, Almarhumah Ruhana Kuddus (tokoh dari Provinsi Sumatera Barat), Almarhum Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (tokoh dari Provinsi Sulawesi Tenggara), Almarhum Prof. Dr. M. Sardjito, M.D., M.P.H., (tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta), Almarhum Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir (tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta) dan Almarhum Dr.(H.C.) A.A. Maramis (tokoh dari Provinsi Sulawesi Utara).

Pewarta : Prayoga