Para buruh di salah satu pabrik rokok di Kepanjen (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2020 di Jawa Timur telah disahkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ada kenaikan sebesar 8,51 persen pada masing-masing kabupaten/kota.

Di Kabupaten Malang, UMK 2020 naik menjadi Rp 3.018.530,66. Dari yang sebelumnya atau yang saat ini berlaku sebesar Rp 2.781.564,24.

Menanggapi kenaikan UMK tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang mengimbau pada perusahaan yang ada wilayahnya agar segera berkoodinasi. Jika ada kendala, Disnaker siap menyerap aspirasi perusahaan.

“Tetap kami lakukan sosialisasi. Kami tatap muka mungkin apa kesulitan perusahaan. Kesulitan salah satunya tingginya upah minimum,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Disnaker Kabupaten Malang, Achmad Rukmianto, Jumat (23/11/2019).

Pria yang akrab disapa Totok itu menambahkan, pihak perusahaan juga harus terus melakukan komunikasi dengan serikat pekerja.

“Kami sarankan perusahaan agar tetap komunikasi yang intens dengan teman-teman pekerja atau serikat pekerja,” terangnya.

Lebih lanjut, Totok menyebut bahwa sejauh ini tidak semua perusahaan di wilayahnya yang menerapkan UMK. Hal itu mengingat jumlah perusahaan skala besar di Kabupaten Malang hanya berkisar 5 sampai 10 persen.

“Sampai saat ini relatif lah. Sebaran industri di Kabupaten Malang ada industri skala besar, menengah dan kecil seperti UMKM. Jumlahnya secara presentase industri skala besar paling antara 5 sampai 10 persen. Yang menengah 30 persen. Sisanya ya di bawah itu. Termasuk UMKM dan lain-lain,” tukasnya.

Penulis: Dhimas Fikri