Foto : Ilustrasi (net)

BACAMALANG.COM – Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang 2020 diprediksi bakal naik 10 persen dari DPT Pemilu 2019.

“Jumlah DPT Pemilu 2019 mencapai 1.996.857 orang. Jumlah itu diperkirakan naik 10 persen saat Pilbup Malang 2020,” ujar Anis Suhartini, Ketua KPU Kabupaten Malang kepada awak media baru-baru ini.

Persiapan menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 di Kabupaten Malang semakin di depan mata.

Khususnya terkait perhitungan anggaran untuk menghelat pilkada 2020, baik yang dirumuskan oleh KPU dan Bawaslu Kabupaten Malang.

Dari berbagai rumusan perhitungan yang disusun KPU Kabupaten Malang, anggaran pilkada 2020 bisa menghabiskan dana sebesar Rp 102 miliar.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua KPU Kabupaten Malang Anis Suhartini bahwa pihaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp 102 miliar untuk menggelar pilkada 2020.

“Anggaran itu estimasi kami dan sudah kami sampaikan kepada tim Banggar (Badan Anggaran) DPRD. Acuannya pada perolehan jumlah kursi di DPRD Kabupaten Malang. Juga berpatokan pada estimasi biaya Pilbup Malang pada tahun 2015 lalu,” ucap Anis.

Dia  mengilustrasikan bahwa dimungkinkan akan ada lima pasangan calon yang akan berkontestasi di pilkada 2020.

Yakni dua calon dari partai peraih kursi terbanyak,  PDI-Perjuangan dan PKB. Kemudian satu dari koalisi partai yang tidak bisa mengusung calonnya sendiri serta dua calon dari jalur independen.

Selain acuan tersebut, KPU juga menyampaikan anggaran besar itu juga akan banyak terserap di petugas adhoc KPU di tingkat PPK, PPS dan petugas di TPS.

Juga estimasi adanya penambahan sekitar 10 persen TPS dari jumlah sebanyak 4.177 menjadi 4.500 sampai 4.700 TPS. 

“Estimasi anggaran itu acuannya di sana. Selain juga untuk persiapan bila terjadi perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dan pemungutan suara ulang (PSU),” ungkap Anis.

Dia juga mengilustrasikan kebutuhan KPU itu hampir sama peningkatannya dengan Bawaslu.

Pewarta : Had Tris