Foto : SMPN 4 Kepanjen. (ist)

BACAMALANG.COM – Dugaan pencabulan oleh oknum guru terjadi di SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang. Salah satu korban mengaku, peristiwa itu terjadi tahun 2018 lalu saat dia baru masuk sekolah di kelas 7.

Awalnya mulanya, korban ditawari masuk Kegiatan Pengembangan Diri (KPD). Saat itu, ada kakak kelasnya yang memaksa untuk masuk modelling. Karena dipaksa, dia pun terpaksa masuk di kegiatan modelling itu.

“Setelah kegiatan modelling saya dicegat (oknum guru berinisial H, red.). Waktu itu beliau bilang, Nak jangan pulang dulu, ikut saya ke ruang guru. Ditanya – tanyain mulai tentang orang tuamu kerja apa dan lain sebagainya,” kata korban.

Tak sampai disitu, ia kemudian diajak ke Ruang Biro Konseling Sekolah dan ditawari untuk membantu program penyelesaian studi S-3 dengan membutuhkan bagian tubuh paling rahasia untuk dilihat.

“Awalnya saya menolak, tapi karena ruangan sudah dikunci dan takut, saya mengiyakan permintaan (oknum guru berinisial H, red.),” ujar Korban .

Hingga akhirnya, pelaku membuka celana korban dan berbuat hal yang tidak sepatutnya sebagai seorang guru. Setelah melakukan itu, guru berinisial H langsung mengucapkan terima kasih dan memeluk korban dengan aura gembira .

Atas perbuatan tersebut, korban ingin mendapatkan keadilan. “Saya meminta pelaku itu ditangkap dan dihukum seberat – beratnya,” ujar korban, Rabu (4/11/2019). 

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Kepanjen, Prianto mengaku bahwa memang di lembaganya ada masalah tersebut. Akan tetapi kejadian itu sudah diselesaikan setahun yang lalu. (Yon)