Foto : Polisi pulangkan dua anak dibawah umur (ist)

BACAMALANG.COM – Polres Malang Kota memulangkan dua orang anak dibawah umur yang diduga korban penyekapan yang dilakukan oknum Qnet, Rabu (24/7/2019).

Dua orang anak dengan inisial AM (15) dan ADM (17) yang masing-masing berasal dari Bandung dan Kediri itu menjadi korban penyekapan.

Kasat Reskrim Polres Malang kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, bahwa kedua anak dibawah umur itu diamankan disebuah rumah di Kompleks ruko Jalan Soekarno Hatta Indah.

Hingga siang ini, sebanyak 40 orang member Qnet dari berbagai daerah diamankan tim Reskrim Polres Malang Kota untuk dimintai keterangan. Jika didapati pelanggaran pidana maka petugas akan diproses secara hukum.

“Memang belum ada tindakan yang mengarah kepada kekerasan fisik maupun psikis. Namun kami tetap terus melakukan pemeriksaan dan mendalami kejadian ini,” tegas Komang.

Sementara itu, AM menuturkan, dirinya mendapatkan tawaran berupa bekerja sebagai packing barang di sebuah perusahaan di kota Malang dengan dijanjikan gaji sebesar Rp3,5 juta. Adapun AMD, wanita asal Kediri itu mendapatkan tawaran berupa pekerjaan sebagai tenaga pengetikan pada perusahaan e-komers.

“Saya sendiri ditawari pekerjaan sebagai tenaga pengetikan di e-komers. Tetapi saat di Malang justru mendapatkan pelatihan berupa jual beli barang,” ucap wanita asal Kediri.

Rencananya, kedua anak di bahwa umur itu akan dipulangkan ke Kota asal dengan menggunakan transportasi Kereta Api.

Sebelumnya, petugas melakukan penggrebekan di sebuah rumah kost yang diduga menjadi tempat penyekapan. Dari rumah itu petugas mengamankan sebanyak 40 orang member Qnet, dua diantaranya anak dibawah umur.

Pewarta : Siklum