Foto : Para pimpinan Unikama. (yog)

BACAMALANG.COM – Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar pagelaran Wayang Kulit di halaman Gedung Rektorat, Rabu (6/11/2019) malam. Pagelaran Wayang dengan Dalang Ki Bagus Baghaskoro, S.Sn., ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya Indonesia.

“Pagelaran wayang kulit ini juga untuk memperingati hari wayang nasional, memperingati hari ulang tahun ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan sebagai rasa syukur kita kepada Tuhan, atas prestasi dan kenaikan peringkat perguruan tinggi kami (Unikama) yang luar biasa,” kata Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP-PT PGRI) Unikama, Drs H Soedjai.

Gelaran Wayang Kulit dengan lakon Udawa Waris ini, menceritakan seorang tokoh yang benar-benar berani berkorban, yakni rela mengorbankan nyawanya untuk membela orang tuanya. Suara-suara gamelan tentunya juga mengiringi aksi dalang yang beberapa tahun lalu tampil di luar negeri ini.

Sementara itu, Rektor UNIKAMA, Dr. Pieter Sahertian, M.Si, menambahkan bahwa sebagai kampus multikultural, Unikama juga selalu memberikan ruang seluas-luasnya kepada semua budaya yang dibawa oleh setiap mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah.

“Tetapi hal yang tidak kalah penting, kita ingin mewarisi budaya nusantara yang di dalamnya ada nilai-nilai kearifan lokal, supaya ketika kita berada di era revolusi industri 4.0 ini, warisan-warisan budaya tersebut tidak punah dan tetap ada yang meneruskan,” paparnya.

Menurutnya, jika tidak ada generasi muda yang mewarisi budaya nusantara seperti wayang, dikhawatirkan suatu saat nanti wayang justru berkembang di luar negeri.

“Karena yang kita khawatirkan menonton wayang itu adalah hal mahal. Artinya ketika kita tidak mewarisi, kita akan menonton wayang di Belanda, kita akan nonton wayang di Amerika. Kenapa?, karena kita tidak meneruskan,” pungkasnya. (yog)