Foto : Arsha didampingi Nenek (kiri) dan Ibundanya (yog)

BACAMALANG.COM – Sederet prestasi telah ditorehkan dari  berbagai ajang  kompetisi sains nasional dan internasional. Meski baru menginjak kelas IV SD, sebanyak 54 medali sudah diraih. Terdiri dari dari 44 emas, 4 perak dan 6 perunggu.

Senin (12/8/2019) sore, BACAMALANG.com berkesempatan mendatangi langsung kediaman nenek dari Arsha Naufal Mauritzan, siswa SD Islam Sabilillah ini. Dirumah yang beralamat di Jalan Bunga Merak II No 7, Kota Malang inilah koleksi  medali dan piala tertata rapi disejumlah lemari kaca.

Ibunda Arsha, drg Ranny Rachmawati Sp.Perio lantas menceritakan sebagian prestasi  yang diraih anak pertamanya yang berusia 10 tahun tersebut. “Awalnya Arsha mencoba mengikuti kompetisi sains (ilmu pengetahuan) tingkat kota Malang. Alhasil ia tampil sebagai juara,” kata Ranny Rachmawati.

Selanjutnya, Arsha pun mencoba mengikuti lomba level yang lebih tinggi lagi, yakni tingkat nasional. Hasilnya, ia mampu tampil sebagai juara pertama dan memperoleh medali emas.

Arsha yang ketagihan mengikuti kompetisi ini, akhirnya mencoba peruntungan dengan mengikuti kejuaraan sains di Thailand pada tahun 2016. Bersaing dengan 17 peserta dari berbagai negara, Arsha sukses menyabet medali perak.  Di tahun yang sama, memperoleh medali perak dari kejuaraaan yang berlangsung di Cina.  “Waktu itu dia baru duduk di Kelas II SD,” tandas Ranny.

Bocah cerdas asal Malang ini pun akhirnya kebanjiran juara di level  internasional. Tampil dalam kejuaraan di Singapura pada tahun 2018, medali emas juga berhasil dibawanya pulang. Termasuk ajang yang berlangsung di Hongkong, Jepang dan Taiwan, belum lama ini.

“Yang terbaru (Arsha) meraih medali emas Asia International Mathematic Olympiad 2019 di Taiwan, medali emas di World Mathematic Games Olympiad 2019 di Taiwan dan Star of Asia 2019 dengan nilai tertinggi dari seluruh tim,” paparnya.

Atas berbagai prestasinya ini, Arsha mendapat apresiasi khusus dari Walikota Malang, Sutiaji serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah.

Foto : Ibunda saat menceritakan sejumlah prestasi Arsha (yog)

Lantas, apa sih cita-cita dari bocah ajaib ini?. “Saya ingin jadi Insinyur seperti Ayah,” kata Arsha, kepada wartawan.

Ibunda Arsha pun menjabarkan bahwa anak sulungnya tersebut memang nantinya ingin seperti Ayahnya yang merupakan Insinyur lulusan  Institut Teknologi Bandung. “Ayahnya memang pintar matematika, dan sering juara kelas. Ya, mungkin bisa dibilang Arsha ini (pintar) mengikuti Ayahnya,” pungkas Ranny Rachmawati yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI)

Ranny menambahkan, sejak kecil Arsha memang anak yang tidak pernah diam alias atraktif. Namun kalau urusan makan sedikit susah, sehingga badan Arsha sedikit kurus. “Dia baru diam jika sedang mengerjakan pekerjaan atau sedang fokus untuk mengikuti lomba,” ujarnya.

Karena atraktif dan memiliki banyak energi, anak pertama dari dua bersaudara ini diikutkan bimbingan belajar di Kumon. Selain itu juga belajar musik. “Kecerdasannya sudah terbaca sejak usia 4, 5 tahun. Dan Arsha rupanya cocok di Kumon dan sukanya matematika.  Sementara untuk bahasa daerah atau ilmu sosial yang hafalan dia kurang berminat,” jelasnya.

Pewarta/Editor : Prayoga