Foto : Purnadi, Kepala Bapenda Kabupaten Malang. (Hadi)

BACAMALANG.COM – Pajak menjadi komponen penting untuk keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Malang.

Dari berbagai jenis iklan, maka jenis reklame megatron menyumbang 70% pendapatan pajak iklan.

Hal ini disampaikan Purnadi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang kepada awak media baru-baru ini.

“Dari sekian banyak jenis pajak reklame, jenis iklan Megatron memberi kontribusi besar70%,” tandas mantan Kepala Disdukcapil Kabupaten Malang ini.

Seperti diketahui, berdasarkan catatan yang dihimpun Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, dari sejumlah banyak kategori pajak yang ada di dalam Pajak Reklame, iklan berbasis teknologi yang meliputi Billboard dan Megatron, menjadi sektor pajak reklame tertinggi.

”Berdasarkan data yang kami himpun, pajak reklame yang menggunakan sarana teknologi (megatron) menjadi kategori pajak reklame dengan catatan penyumbang pendapatan pajak reklame tertinggi. Bahkan sekitar 70 persen dari pendapatan pajak reklame diperoleh dari kategori iklan berbasis teknologi (megatron) ini,” kata Dr Purnadi.

Pajak reklame dibagi menjadi beberapa kategori. Yakni Reklame Papan/Billboard/Megatron, Reklame Kain, Reklame Melekat/Sticker, Reklame Selebaran, Reklame Berjalan termasuk pada kendaraan, Reklame Udara, Reklame Suara, Reklame Film/Slide, dan Reklame Peragaan.

Sedangkan secara keseluruhan, pajak reklame di tahun 2019 ini ditargetkan memperoleh 3. 898. 125. 000. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 2. 802. 443. 411 bakal disumbang dari pajak iklan berbasis teknologi (megatron).

Pajak reklame berbasis megatron ini terbagi menjadi beberapa bentuk, yang terdiri dari iklan berbentuk papan, billboard, hingga videotron.

”Jika dirata-rata, di setiap bulannya pajak reklame berbasis teknologi ini memperoleh pendapatan sekitar Rp 150 juta,” pungkas pria alumnus Universitas Airlangga Surabaya ini.

Pewarta : Had Tris