Foto : Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK, bersama Eko Suhartono, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan, saat sidak untuk mematau fluktuasi harga sembako ke Pasar Besar Kota. (ist)

BACAMALANG - Guna memastikan kebutuhan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru, Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK, bersama Eko Suhartono Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk mematau fluktuasi harga sembako ke Pasar Besar Kota Batu, pada Rabu (4/12/19).

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prahama, SIK., MIK mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk memastikan dan mengawal kebutuhan bahan pokok masyarakat.

"Termasuk juga bahan bakar dan harga sembako di Pasar Besar masih stabil. Fluktuasi harga memang terjadi, akan tetapi tidak terlalu tinggi. Ya, selisih harga antara Rp 1000 hingga Rp 2000,” kata Harvi sapaan akrabnya di sela-sela Sidak.

Mantan Kasubdit Regident Dirlantas Polda Jatim ini menambahkan, rencananya pada Sidak tersebut, bakal mengecek ke tempat pengepul bawang merah.

"Kemudian juga di tempat LPG, terakhir kami akan mengecek di SPBU. Namun, sejauh ini belum ada temuan penimbunan bahan pokok," imbuh dia.

Mantan ajudan Kapolda Jatim di era Drs. Machfud Arifin, SH ini juga memaparkan, bahwasanya Polisi bakal terus berjaga secara intensif untuk menghalau upaya penimbunan bahan-bahan pokok tersebut.

“Berdasarkan pemantauan dari tim Satgas Pangan, sejauh ini tidak terdapat temuan penimbunan. Jadi di Kota Batu masih aman terdistribusi dengan baik ke masyarakat,” bebernya.

Menurut Harvi, Satgas Pangan saat ini masih terus beroperasi. Itu karena, Satgas Pangan merupakan satuan tugas yang terdiri dari beberapa intansi. Yani dari Polres Batu dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan.

“Kami (Polres Batu) memastikan ke depan, tidak ada kesulitan dan kelangkaan untuk masyarakat untuk memperoleh kebutuhannya," ungkap dia.

Perwira Polisi dengan pangkat dua melati di pundaknya ini juga berpesan, apabila Satgas Pangan menemukan oknum yang memang berupaya melakukan spekulasi, tentunya bakal diberikan sanksi dan tindakan tegas.

"Jika ada oknum yang bermain silahkan masyarakat melaporkan kepada kami (Polres Batu). Maka, kami bakal tindak tegas sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku,” pesannya.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 29 ayat (1) UU Perdagangan telah diatur, bahwa pelaku usaha dilarang menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, atau hambatan lalu lintas perdagangan barang.

"Larangan itu dimaksudkan untuk menghindari adanya penimbunan barang yang akan menyulitkan konsumen dalam memperoleh barang kebutuhan pokok dan atau barang penting lainnya. Jika ada yang melanggar, maka sanksi yang diberikan kepada pelanggar, yakni kurungan penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp 50 milyar,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Diskumdag Pemkot Batu Eko Suhartono menambahkan, biasanya harga Sembako cenderung naik menjelang Natal dan tahun baru.

"Dari hasil sidak hari ini, belum ditemukan adanya kecenderungan kenaikkan harga. Harga menjelang tahun baru ini, kami lihat dari harga grosir hingga di pedagang yang kulakaan selisihnya Rp 1000 hingga Rp 2000. Jadi, masih dalam koridor aman,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut dia, harga bawang merah dan putih yang sempat terjadi harganya melonjak, nyatanya diketahui cenderung stabil. Dan kondisi tersebut, menurut Eko berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Ya, contohnya saja harga bawang merah dan bawang putih yang sempat melonjak, namun pada kenyataannya kali ini harganya masih stabil,” pungkasnya. (Eko)