Foto : Rumah yang dieksekusi. (yog)

BACAMALANG.COM – Rumah dan tanah seluas 738 meter persegi di Jalan Rinjani 22 Malang menjadi sengketa, usai Noeryanto kalah dalam pemilihan bupati beberapa tahun lalu dan akhirnya dialkukan eksekusi Kamis (16/1) pagi berdasar penetapan Ketua PN Malang Nomor 77/Eks/2019/PN.Mlg tanggal 24 Desember 2019.

Panitera Pengadilan Negeri Malang Ahmad Fathoni mengatakan, pihaknya melaksanakan sesuai dengan permohonan para pemohon tertanggal 4 Desember 2019 yang diajukan oleh pemohon dalam hal ini yaitu Julianto Sukowiyono yang beralamat di Jalan Simpang Panji Suroso 12 Malang.

Selanjutnya dia selaku pemohon eksekusi setelah pemohon mengajukan eksekusi pengadilan melakukan pemanggilan terhadap termohon eksekusi yaitu pelaksanaannya 2 kali tapi termohon eksekusi sampai pelaksanaan eksekusi yang dlaksanakan tidak tidak menepati panggilan pengadilan.

“Makanya pada hari ini pengadilan atas perintah ketua pengadilan negeri Malang melakukan eksekusi pengosongan terhadap ini berdasarkan lelang tapi sebelum lelang ada perkara gugatan yang diajukan oleh penggugat pertamanya yaitu Hari Suhardi melawan Dr Nuryanto,” terang Ahmad Fatoni.

Dikatakannya, sejak tahun 2005 perkara ini sampai dengan pelaksanaan eksekusi sehingga nilai yang dibayarkan kepada pemohon lelang itu jumlah semuanya itu Rp4,5 M, sisanya yang Rp 3 M itu sampai sekarang masih berada di pengadilan tetapi termohon eksekusi sampai sekarang tidak mau mengambil uang sisa lelang tersebut.

“Tetapi sudah kita beritahukan kepada yang bersangkutan perlawanan tidak ada sampai sekarang tidak ada perlawanan-perlawanan dan sampai sekarang kita belum tahu kenapa tidak mau mengambil sisa lelang tersebut,” pungkas Ahmad Fathoni. (Had).