Foto : Inisiator Kampung Es Krim, Rohmat Basuki (ist)

BACAMALANG.COM – Satu lagi kampung tematik muncul di wilayah Malang. Kampung yang terletak di kecamatan Singosari kabupaten Malang ini memiliki ciri khas dengan keindahan alam serta kesegaran es krimnya. Kampung yang berada disebelah timur Pasar Singosari ini bernama Kampung Es Krim.

Bermula saat Rohmat Basuki, salah satu warga di Dusun Damean, Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari memiliki keinginan yang kuat untuk memajukan perekonomian didaerahnya. Basuki meyakini bahwa wilayah Malang terutama Singosari memiliki potensi untuk bisa berkembang melalui jalur perekonomian.

“Asal mulanya dulu saya pernah bertemu dengan salah satu karyawan pabrik es krim ternama yang mampu membuat es krim secara mandiri,” terang Basuki, Minggu, 21/7/2019.

Dari pertemuan itu Basuki kemudian belajar cara pembuatan es krim tang terdiri dair dua jenis yakni soft dan hard.

Setelah menguasai dan mampu menghasilkan es krim sendiri, Basuki lantas mengajak beberapa remaja karang taruna untuk diajari.

“Sata mulai mengajak karang taruna untuk saya ajari membuat es krim, bahkan saya ajarkan juga kelompok ibu-ibu PKK di RT 02 RW 03 dusun Damean Tamanharjo. Targetnya semua warga bisa,” beber Basuki.

Tidak cukup sampai disitu, Basuki kemudian melanjutkan keinginannya untuk bisa memajukan wilayah tempat tinggalnya. Maka bersama dengan ketua RT bertekad untuk mendirikan kampung es krim.

Ketua RT yang mendukung ide dari Basuki itu, kemudian terbentuklah sebuah Cafe outdoor yang diberi nama Kampung Es Krim Jati Barong

“Ketika ada pesanan dalam jumlah besar kita gerakkan semua warga nantinya semua bekerja dan mendapatkan penghasilan. Nah setelah itu tugas RT yang mengantarkan ke lokasi,” imbuhnya.

Basuki menjelaskan, bahwa di Kampung Es Krim Jati Barong, pengunjung bisa menikmati aneka jenis es krim dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 2.500-5.000. Berbagai menu es krim yang tersedia di antaranya es krim sandwich, es krim cup, brownis es krim, es krim cone, es krim mangkok, rujak es krim serta sajian es krim lainnya.

Ia mengaku, hingga saat ini Kampung Es Krim Jatibarong telah banyak menerima kunjungan dari berbagai kalangan bahkan telah menerima kunjungan dari mahasiswa Malaysia.

“Ada yang dari masyarakat Malang, mahasiswa, bahwa mahasiswa Malaysia pernah belajar membuat es krim bersama kita,” ujarnya.

Basuki menyebut mahasiswa asal Malaysia sangat tertarik dengan proses pembuatan yang ada di Kampung tersebut. Pasalnya rasa yang dihasilkan berbeda dengan yang dijual dipasaran meski menggunakan formula yang sama.

Masih kata Rohmat Basuki, Kampung Es Krim juga menerima kunjungan yang ingin belajar cara pembuatan es krim baik secara kelompok atau per orangan. Hanya dengan biaya Rp25 ribu pengunjung akan diajari sampai bisa.

“Kalau untuk pengunjung yang ingin belajar kita sediakan hari Senin-Sabtu, sedangkan hari Minggu kita buka wisata,” katanya.

Sementara itu, Wati, salah satu pengunjung mengaku sangat tertarik dengan konsep yang ada di Kampung Es Krim tersebut. Menurutnya konsep yang ada merupakan terobosan baru yang memperdayakan masyarakat setempat.

“Sangat bagus sekali, karena semua warga disini diberikan sebuah wadah serta keahlian untuk bisa berkembang,” katanya.

Pewarta : Siklum