(dari kiri) Jasmine; pendamping hukum Jasmine, Bakti Riza dan ayah Jasmine, Dwi Cahyono (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Perkara yang melibatkan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kota Batu dengan punggawa Timnas Indonesia Putri U-16, Jasmine Sefia Waynie berbuntut panjang.

Pihak keluarga berencana mengambil langkah untuk memindahkan Jasmine ke sekolah lain.

“Kita tidak ingin polemik lebih jauh, kami hanya ingin Jasmine sekolah dan kejar prestasi saja. Solusi yang terbaik adalah dipindah ke sekolah yang lebih mendukung. Anaknya akan dibawa pindah ke sekolah yang dekat,” kata pendamping Jasmine dari BRH & Associates Law Office, Bakti Riza Hidayat SH CLA, Senin (6/1/2020).

Diungkapkan Bakti, pihak keluarga sempat merasa putus asa dengan apa yang dialami Jasmine. Pihak keluarga pun merasa kecewa kepada pihak sekolah.

“Kasus ini melebar kemana-mana, ada pernyataan sekolah yang sedikit mengecewakan. Bapaknya disebut mengeksploitasi Jasmine. Jasmine ini kan bukan hanya kebanggaan kita, tapi juga membanggakan Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, ayah Jasmine, Dwi Cahyono menjelaskan perihal kenapa memilih menyekolahkan putrinya di SMPN 2 Batu. Padahal, keluarga Jasmine berdomisili di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.

“Dulu di SMP 2 kan ada khusus oalahraga. Dulu Jasmine dan temannya dibawa kesana karena ada khusus olahraga itu,” jelasnya.

Dari persoalan yang melibatkan Jasmine dan SMPN 2 Batu, pihak keluarga melalui pendamping hukumnya kemudian mengeluarkan pernyataan. Berikut empat poin pernyataannya;

  1. Meminta maaf kepada kepala sekolah SMPN 2 Batu apabila apa yang sudah dilakukan Jasmine selama ini belum cukup memberikan kontribusi dan nama baik SMPN 2 Batu.
  2. Menyampaikan bahwa Jasmine akan pindah dari sekolah SMPN 2 Batu dan semoga proses kepindahan tersebut bisa sesegera mungkin direalisasikan dan mendapatkan tempat yang lebih baik.
  3. Meminta kepada seluruh pihak untuk mengakhiri polemik ini, sehingga Jasmine bisa kosentrasi lagi bersekolah dengan baik dan berlatih dengan sungguh-sungguh sehingga kedepan bisa lebih berprestasi lagi.
  4. Memohon kepada seluruh pihak, persoalan Jasmine bisa menjadi pembelajaran kita bersama, memikirkan pola pendidikan kepada para atlit yang masih bersekolah.

Penulis: Dhimas Fikri