Foto : Izabelle Kiara saat bertemu Wali Kota Malang (ist)

BACAMALANG.COM – Izabelle Kiara Kurniawan, siswi kelas V Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Maria II Kota Malang yang membawa nama harum Indonesia di ajang Internasional ternyata ingin bernyanyi dihadapan Presiden RI, Joko Widodo.

“Saya ingin bernyanyi di depan pak Jokowi, karena sering melihat pak jokowi di TV bagi-bagi sepeda. Tapi saya gak kepingin sepeda kok, cuman pingin ketemu, salaman dan nyanyi aja,” ungkap pemborong tiga mendali perak diajang World Championship Performing Arts’ (WCOPA) ini saat bertemu dengan Walikota Malang, Sutiaji di Balaikota Malang, Senin (12/8/2019).

Sementara itu, Intan Kurniawan selaku orang tua menambahkan bahwa salah satu keinginan putri sulungnya itu memang bisa bernyanyi lagu jawa di depan Presiden Jokowi.  “Tapi dia bilang takut dan nervous. Namun, Kiara pernah bilang mungkin suatu hari nanti bisa tampil baik dan bisa ketemu Pak Jokowi,” tuturnya.

Lanjut dia, alasan Kiara yang memang ingin menjadi seorang penyanyi atau seorang ballerina ini memang ingin mengenalkan budaya indonesia ke teman-teman dari negara lain. Salah satunya dengan menyanyikan lagu seperti Walang Kekek. “Kiara ingin menunjukkan bahwa indonesia itu memiliki budaya yang indah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kejuaraan yang di gelar di Westin dan Longbeach Performing Art Centre, California, Amerika Serikat, Selasa (23/7/2019) lalu Kiara membawakan lagu Pop dengan judul All By Myself yang dinyayikan Celine Dion, untuk lagu Rnb/Blues/jazz dengan judul lagu Who’s Loving You yang dinyanyikan oleh Michael Jackson, dan lagu jawa yang berjudul walang kekek.

Ketatnya persaingan antar finalis, membuat Ibunda Isabelle Kiara Kurniawan, yakni Intan Kurniawan tidak menyangka bahwa putrinya dapat menyabet tiga medali perak yang didapat dalam tiga kategori lagu yakni lagu Pop, Rnb/Soul/Jazz, dan Original Work.

“Jadi putri saya ini juara dua dari kelompok umur 8-10 tahun. Kalau jara pertamanya dari South Afrika dan juara ketiga diperoleh peserta dari Phillipina yang sebelumnya memang sudah memegang tiga kali juara 1 olimpiade WCOPA secara berturut-turut,” terang Intan Kurniawan.

Perjalanan Issabelle Kiarra dipilih mewakili Indonesia di ajang WCOPA ini, bermula dari acara yang dilaksanakan di salah satu Mall di Jakarta. Seiring berjalannya waktu, ada kabar dari Direktur Nasional Indonesia untuk acara WCOP, Feibe Pusung, untuk mendelegasikan Kiara bergabung dengan 15 kontestan yang mewakili Indonesia.

“Awalnya Izabelle turun panggung setelah nyanyi di Mall langsung ditawari oleh seorang ibu-ibu untuk ikut kejuaraan WCOPA, tapi tidak saya hiraukan. Tapi akhirnya dihubungi Pak Feibe Pusung untuk ikut. Jadi putri saya ini ikut WCOPA tanpa melalui audisi seperti kontestan lainnya,” tandasnya.

“Dalam 15 kontestan wakil Indonesia ini, Kiara lah yang paling kecil. Kiara pun mendapat nomor urut 1612,” imbuhnya.


Editor : Prayoga