Foto : Perolehan medali di Porprov VI (ig porprovjatim2019)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Kota Malang segera melakukan evaluasi atas kegagalan KONI Kota Malang dalam memenuhi target di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI.

“Tentu saja ini harus dievaluasi,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji, Selasa (16/7/2019).

Lanjut dia, Kontingen kota Malang selama ini menjadi langganan runner up setiap ajang Porprov. Sedangkan dalam Porprov kali ini, justru peringkatnya di bawah Kediri dan Sidoarjo.

“Saya mendapat informasi bahwa Sidoarjo dan Kediri mampu melampaui perolehan kota Malang. Selisih (medali) juga cukup jauh, ini tidak boleh dibiarkan,” terangnya

Ia juga mengaku heran, karena dari sisi pendanaan, Kota Malang juga dirasa lebih besar jika dibandingkan kedua daerah yang menempati posisi kedua dan ketiga tersebut.

“Malah untuk Kediri sebenarnya hibah dananya hanya 10 miliar Begitu juga dengan Sidoarjo, tetapi mereka bisa lebih unggul dari kita. Kalau di sini untuk hibah dananya mencapai 12,5 miliar,” paparnya.

Selain itu, Sutiaji juga membandingkan Kota Malang dengan Kota Kediri dari jumlah kontingen yang berjuang di Porprov ke VI tersebut. Kota Malang mengerahkan 570 orang, sedangkan Kota Kediri hanya membawa 370 orang.

“Harusnya jangan sekedar dibawa ke lokasi tetapi ngak bisa bertanding. Ini akan sia-sia,” jelasnya.

Perlu diketahui, Porprov VI yang ditutup pada Sabtu (13/7/2019) malam menempatkan Kontingen Kota Surabaya kembali menjadi juara umum dengan mengumpulkan 113 emas, 89 perak, 78 perunggu dengan catatatan 708 poin.

Sedangkan di posisi kedua ditempati Kota Kediri dengan raihan 60 emas, 44 perak, 49 perunggu dan 377 poin. Disusul Sidoarjo di posisi ketiga dengan mengumpulkan 46 emas, 36 perak, 57 perunggu dan 313 poin. Selanjutnya posisi keempat ditempati Kota Malang dengan mendulang 40 emas, 49 perak, 49 perak dan 307 poin.