Foto : Para pegiat literasi. (Dim)

BACAMALANG.COM – Penggiat literasi di Malang nampaknya tak lekang oleh waktu. Satu persatu dari mereka terus bermunculan, baik yang bergerak individu ataupun yang tergabung dalam kelompok komunitas.

Para penggiat literasi ini hadir di tengah era modern, dimana mayoritas masyarakat lebih senang menyibukkan diri dengan gawai, daripada meluangkan waktunya untuk membaca buku. Dampaknya kini pun sudah nyata terlihat.

Indeks minat baca masyarakat Indonesia masih sangatlah rendah. Hal itupun seakan menjadi pelecut bagi para penggiat literasi untuk membawa perubahan.

Paling anyar, ada anak-anak muda yang sedia meluangkan waktunya untuk menyediakan lapak baca bagi masyarakat. Anak-anak muda itu tergabung dalam Lubaca! Anywhere. Lubaca! Anywhere ini merupakan salah satu komunitas literasi yang baru saja dibentuk.

Foto : Pegiat literasi. (Dim)

Lubaca! Anywhere ini digagas oleh Wahyu Hidayat. Bersama rekan-rekannya, Wahyu mengusung konsep perpustakaan jalanan. Sebuah konsep yang unik dan sudah dijalankan di area Bendungan Lahor, Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Minggu (29/9/2019).

“Lubaca sendiri masih baru berkegiatan kurang lebih 3 minggu ini. Dimana kita turun ke jalan tanggal 29 kemarin dengan mengadakan lapak baca gratis di Bendungan Lahor Karangkates,” ujar Bella Fanthika dari Lubaca! Anywhere saat berbincang dengan bacamalang.com, Rabu (2/10/2019).

Bella menambahkan, pada aksi perdananya, Lubaca! Anywhere terbilang mendapatkan respon positif dari masyarakat.

“Untuk perkenalan awal, sasaran kami masih di Bendungan Lahor. Karena tujuannya sendiri memanfaatkan ruang terbuka publik sebagai perpustakaan jalanan. Dilihat dari sudut pandang kami, responnya cukup baik, dimana ada beberapa keluarga yang mengikutsertakan dan mendampingi anak-anaknya untuk datang, lalu juga ada beberapa kawan yang singgah ke lapak baca kami,” terangnya.

Pada dasarnya, Lubaca! Anywhere ada dengan sejumlah tujuan. Diantaranya seperti memberikan wadah dalam hal pendidikan dan pengetahuan, memfasilitasi masyarakat untuk kembali meningkatkan minat baca, dan memberikan akses lebih untuk menghadirkan berbagai macam buku kepada masyarakat.

Kemudian, mereka juga ingin menjadi jembatan bagi anak-anak untuk bebas mengekspresikan diri melalui media baca, tulis, serta bermain. Dan terakhir pemanfaatan ruang terbuka publik sebagai perpustakaan jalanan atau ruang baca terbuka.

“Sederhana mas, tujuan Lubaca sendiri untuk meningkatkan minat baca masyarakat terhadap buku dengan menghadirkan lapak baca buku gratis. Selain itu memberikan media pendidikan alternatif kepada masyarakat ataupun anak-anak dengan memberikan akses mudah terhadap buku,” jelas Bella yang juga asli Sumberpucung ini.

Alumni SMK Negeri 4 Malang ini juga bilang, Lubaca! Anywhere dengan senang hati menerima siapapun yang ingin bergabung atau memberikan support pada mereka.

“Sebenarnya Lubaca sendiri kolektif dari temen-temen mas, jadi siapapun yang ingin mensupport kami selalu terbuka,” ungkapnya.

Lubaca! Anywhere pun menampung donasi buku. Melalui akun Instagram @lubaca.anywhere, mereka coba mengenalkan kegiatannya kepada publik.

Kedepan, komunitas ini memiliki harapan agar minat baca masyarakat bisa meningkat. Selain itu, mereka juga ingin hadir sebagai media pendidikan alternatif kepada masyarakat dengan memberikan akses mudah terhadap buku, serta mengembalikan kearifan lokal dengan cara pendekatan dan berkomunikasi secara baik.

Pewarta : Dhimas Fikri