Foto : Divisi EKOWIR bersama DPL dan Kepala Dusun | sumber : KOMINFO KKN 96

BACAMALANG.COM – Kelompok KKN 96 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Greenfields dan Amstirdam mengadakan penyuluhan pasca panen kepada petani kopi Desa Babadan, khususnya dusun Maduarjo. Berdasarkan sambutan yang disampaikan bapak Kepala Dusun Maduarjo, bapak Budiono mengatakan bahwa “lahan di Dusun Maduarjo adalah bekas perkebunan Belanda, termasuk perkebunan kopi dengan luas 178 hektar. Pengembangan lahan perkebunan kopi terus dikerjakan hingga sekarang mencapai 73 hektar”. Maka secara historis, dusun Maduarjo sudah menjadi lahan ideal bagi pengembangan dan pengolahan kopi.

Kelompok Kuliah Kerja Nyata 96 Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan penyuluhan pasca panen biji kopi kepada petani kopi Desa Babadan sekaligus launching produk kopi Dusun Maduarjo yang dilakukan di lahan HPP Precet. Acara ini bekerja sama dengan PT. Greenfields dan Amstirdam. Penyuluhan ini merupakan salah satu program kerja yang digagas oleh divisi Ekonomi dan Kewirausahaan (KWU). Dalam penyuluhan kali ini Kelompok KKN 96 mengundang pembicara yang sudah ahli dibidangnya.

Produk Kopi “Arjokawi” | sumber : KOMINFO KKN 96

Acara dimulai dengan sambutan ketua pelaksana sekaligus peresmian launching produk kopi “Arjokawi”. “Acara ini diadakan karena banyak keluh kesah dari petani, karena lahan yang luasnya 157 hektar tapi kurang pengetahuan tentang pengolahan kopi dan pemasaran” ucap Shana, selaku ketua pelaksana dari penyuluhan tersebut.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengolahan pasca panen yang meliputi pulping, drying, roasting, hingga grinding yang disampaikan langsung oleh owner Amstirdam yaitu Sivaraja. Amstirdam sendiri merupakan coffee shop yang sangat terkenal di Malang Raya sebagai salah satu marketplace kopi dengan kategori kopi roasting maupun kopi yang sudah melalui proses grinding. Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara audience dengan pembicara. “Jenis bibit kopi, sinar matahari, ketinggian lahan, serta kopi yang ditanam di dekat pohon yang basah akan mempengaruhi aroma kopi yang dihasilkan.” ujar Sivaraja disela menyampaikan materi.

Pemateri menyampaikan materi kepada para petani Babadan | Foto : KOMINFO KKN 96 UMM

Acara dilanjutkan dengan demonstrasi mengenai teknik pengolahan bibit kopi agar didapatkannya produk kopi yang berkualitas tinggi. Acara yang dihadiri oleh petani kopi Desa Babadan, beberapa pengusaha kopi di Kota Malang, serta masyarakat umum yang berasal dari luar kota Malang ini diakhiri dengan audience yang diajak berkeliling kebun kopi dan melihat secara langsung pertumbuhan kopi di Dusun Maduarjo ini. Harapannya agar acara ini dihadiri oleh pihak luar sekaligus calon konsumen kopi “Arjokawi” sehingga promosi yang dilakukan bisa lebih luas jangkauannya dan tidak hanya berkutat di desa Babadan saja.

Dari penyuluhan ini, Kepala Dusun Maduarjo berharap agar masyarakat Desa Babadan khususnya Dusun Maduarjo dapat menghasilkan produk kopi sendiri dan mampu bersaing di pasaran. Budiono selaku kepala Dusun juga mengharapkan dengan adanya penyuluhan ini pihak perhutani dapat bekerjasama dengan baik kepada masyarakat khususnya dalam hal penanaman kopi. Terakhir, Gina Harventy selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL) KKN 96 UMM berharap bahwa hasil dari program kerja divisi ini dapat membantu masyarakat secara langsung sekaligus manfaatnya bisa dirasakan saat ini hingga seterusnya.

Penulis: Nada Dhuha Dzulhikam