Bupati Malang dalam peringatan Hari Pahlawan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen (Humas Pemkab Malang)

BACAMALANG.COM – Bupati Malang, Muhammad Sanusi meminta agar momentum Hari Pahlawan dijadikan sebagai pedoman untuk ikut serta membangun bangsa dan negara melalui segala bidang.

Menurut Sanusi, ada seribu macam cara bagi semua orang yang ingin berkontribusi membangun bangsa dan negara. Hal itu disampaikannya dalam upacara peringatan Hari Pahlawan yang bertema ‘Aku Pahlawan Masa Kini’ di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Minggu (10/11/2019).

“Menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoaks, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya,” kata Sanusi.

Pria yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Malang ini menambahkan, aksi heroik para pejuang kemerdekaan di masa lampau harus betul-betul diteladani generasi yang hidup saat ini. Hal itu, kata Sanusi, agar generasi yang hidup saat ini dapat mengilhami semangat persatuan, perjuangan, dan pantang menyerah.

Sanusi menyampaikan jika poin-poin itu sangat diperlukan untuk membangun suatu bangsa.

“Peringatan Hari Pahlawan kiranya dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat. Jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia,” tegasnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan, peringatan Hari Pahlawan bukan hanya seremonial saja, namun dibalik itu semua tersimpan makna yang mendalam.

“Peringatan Hari Pahlawan dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan. Dengan menjadikan diri kita sebagai pahlawan masa kini, maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi,” pungkasnya.

Penulis: Dhimas Fikri