Tersangka LM (kursi roda) saat diamankan di Mapolres Malang (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Polres Malang meringkus seorang buronan tersangka perampokan berinisial LM yang bersaksi di sebuah rumah di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada Jumat (11/3/2017) lalu.

Polisi terpaksa menghadiahi kedua kaki pria 41 tahun itu dengan timah panas karena melawan saat akan ditangkap. Tersangka ditangkap pada Rabu (13/11/2019).

Diketahui, dalam perampokan itu, LM bersaksi bersama tiga rekannya. Masing-masing AS dan JN, yang sudah diamankan dan diproses hukum. Sedangkan tersangka lainnya, R, kini masih dalam buruan polisi.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menjelaskan, saat melakukan aksinya, komplotan pelaku ini tidak segan melukai korbannya. Dalam setiap aksinya, para pelaku membekali diri dengan celurit.

“Tersangka ini merupakan DPO, dari tahun 2017 lalu. Pelaku ini bersama tiga orang pelaku lainnya. Saat beraksi itu kepergok pemilik rumah, kemudian pelaku mengancam korban untuk dibunuh, hingga korban ketakutan dan menyerahkan barang-barang miliknya,” kata Tiksnarto, dalam rilis di Mapolres Malang, Jumat (15/11/2019).

Pada aksi perampokan yang dilakukan di Sumbermanjing Wetan itu, para pelaku menggondol uang tunai Rp 30 juta, perhiasan emas seberat 50 gram, 2 unit smartphone, satu unit sepeda motor Honda Revo, dan dompet yang berisikan surat-surat berharga.

“Tersangka kami tangkap di Ponorogo. Saat diamankan, tersangka melawan petugas hingga kami lakukan tindakan tegas. Dari seluruh hasil rampokan, tersangka ini hanya dapat 3 juta,” terangnya.

Mantan Kapolres Gresik ini menambahkan, tersangka LM ini merupakan seorang residivis dengan kasus serupa. Tersangka diamankan pada 2004 lalu.

Sementara itu, tersangka LM mengaku merasa dikibuli rekan komplotannya karena dari seluruh hasil rampokan dirinya hanya kebagian Rp 3 juta. Padahal, komplotan tersebut setidaknya mengantongi hasil lebih dari Rp 50 juta.

“Uangnya 30 juta, barangnya banyak. Saya cuma dapat 3 juta. Saya dikasih tahu emasnya 14 gram, tapi ini saya baru tahu kalau ternyata 50 gram. Saya merasa ditipu,” ucap LM.

Dalam aksi perampokan itu, LM mengaku berperan mengamankan korbannya, sementara rekannya yang lain menguras isi rumah. LM juga mengaku kapok setelah tertangkap kali ini.

“Sudah, kapok. Saya tobat,” tutur pria yang mengaku bekerja serabutan itu.

Akibat perbuatannya ini, tersangka akan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun.

Penulis: Dhimas Fikri