johan wahjudi
johan wahjudi (twitter @INABadminton)

BACAMALANG.COM – Dunia bulu tangkis Indonesia berkabung atas meninggalnya salah satu atlet terbaiknya, Johan Wahjudi. Legenda bulu tangkis Indonesia tersebut meninggal dunia di usia ke-66 tahun.

Johan wafat di RS Panti Waluya, Sawahan, Kota Malang pada Jumat (15/11) pukul 13.30 WIB. Jenazah Johan akan diberkati di tempat persemayaman Gotong Royong, Kota Malang pada hari ini (16/11/2019).

Johan merupakan salah satu putra daerah Kota Malang yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ia menjuarai gelaran elit bulu tangkis internasional dekade 70 hingga 90an silam.

Pria kelahiran Malang pada 10 Februari 1953 tersebut sudah mengenal dunia bulu tangkis sejak usia 4 tahun. Kemudian ia memulai kariernya sebagai atlet bulu tangkis di klub Rajawali Surabaya. 

Johan Wahyudi mulai populer di era 70an sebagai pemain ganda putra nasional. Bersama tandemnya, Tjun-Tjun, Johan sukses merengkuh gelar juara dunia, juara Asia dan medali emas Asian Games.

Puncaknya, pasangan Johan dan Tjun-Tjun sukses memenangi enam gelar All England antara 1974 dan 1980 sehingga menjadi ganda putra peringkat atas.

Nama Johan Wahyudi dan Tjun Tjun bahkan masuk sebagai anggota kehormatan Hall of Fame pada 2009.

Selain itu, Johan sempat menjadi manajer tim Indonesia pada All England 1986. Pada saat itu, skuat Indonesia diisi para pemain muda seperti Ardy Wiranata, Alan Budi Kusuma, dan Fung Permadi.

Usai pensiun dari bulutangkis, Johan beralih menjadi pengusaha. Pada tahun 2013, Johan pun memperoleh hadiah rumah dari pemerintah sebagai bentuk penghargaan.(zuk)