Destinasi wisata kuliner Pan Java yang berada di Mulyoagung Dau (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Liburan ke Malang tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati sajian wisata kulinernya.

Di daerah berhawa sejuk ini, terdapat beragam kuliner yang bisa dinikmati wisatawan. Mulai dari kuliner modern hingga bergaya tempo dulu.

Khusus untuk sajian tempo dulu, kalian bisa menjajal wisata kuliner di Pan Java yang berada di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Pan Java ini lahir dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Budaya Mulyoagung. Kepanjangan nama Pan Java yaitu Panorama Alam Nusantara Java (Jawa).

Destinasi wisata kuliner yang baru dibuka pada Februari 2019 ini memang mengusung konsep budaya dipadukan dengan alam yang asri. Begitu datang kesini, pengunjung bakal disuguhi gaya arsitektur ala Jawa kuno yang sangat kental.

Suasana yang nyaman di Pan Java, Mulyoagung, Dau (Dhimas)

“Ini ala-ala kampung rakyat era kerajaan Majapahit. Kita ada 83 jenis makanan disini, lokal khas Malang. Kalau ingin merasakan makan makanan desa, petani, ya wajib datang kesini. Soal rasa itu, kita natural, seperti misalnya kalau Malang kan itu identik sedap dan gurih, beda sama Jogja yang manis,” ujar Ketua Pokdarwis Kampung Budaya Mulyoagung, Miftakhul Adhim, Rabu (25/12/2019).

Di area seluas 6 ribu meter persegi tersebut, Pan Java terbagi dalam tiga zona, diantaranya Warung Tani, Kasemo dan Cafe Kopi Tani. Masing-masing zona pun memiliki konsep berbeda.

Ketan bubuk menjadi salah satu makanan yang wajib dicoba saat bertandang ke Pan Java (Dhimas)

Pertama adalah Warung Tani. Warung Tani ini mengandalkan sajian kuliner khas Jawa, termasuk penyajiannya dan gaya bangunan, serta menu ala prasmanan.

Zona kedua ada Kasemo atau akronim dari Khas Mulyoagung. Di Kasemo ini menu kulinernya cenderung modern dan lebih variatif.

Terakhir ada Cafe Kopi Tani. Di zona ini, pengunjung bisa menikmati seduhan kopi, makanan ringan seperti kafe pada umumnya.

“Kita ada 50 karyawan. Kita juga layani untuk wedding. Sementara ini sudah tiga kali wedding disini. Kalau hari-hari biasa gini bisa sampai 700 orang pengunjung, sampai malam itu. Ya yang banyak mahasiswa, dari luar kota juga ada. Sasaran sebenarnya kan semua kalangan, pejabat, mahasiswa, orang biasa, yang penting ini konsepnya untuk menengah kebawah,” tuturnya.

Soal harga makanan dan minuman, bisa dibilang di Pan Java ini masih sangat-sangat terjangkau di kantong.

Penulis: Dhimas Fikri