Foto : Sosialisasi OJK Malang. (yog)

BACAMALANG.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2019 ke-9 di Kantor OJK Malang, Jumat (15/11/2019).

Ada empat tujuan utama dari kegiatan ini. Pertama, meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya di daerah atas informasi aktual perkembangan di Pasar Modal. Kedua, memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman. Ketiga, sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di Pasar Modal. Keempat, memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui Pasar Modal, dan yang terakhir adalah sebagai wujud kongkret dari recycle pungutan OJK.

Pasar Modal dapat menjadi salah satu alternatif pilihan bagi masyarakat dalam berinvestasi yang jauh lebih aman dan legal. Pada Bulan Oktober 2019, OJK bersama tim SWI telah menangani entitas fintech peer to peer lending ilegal sebanyak 1.477 entitas dan pergadaian swasta ilegal sebanyak 52 entitas serta telah menghentikan 27 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat, yaitu 11 trading forex tanpa izin, 8 investasi cryptocurrency tanpa izin, 2 multi level marketing tanpa izin, 1 travel umrah tanpa izin dan 5 investasi lainnya.

Berdasarkan survei indeks literasi keuangan tahun 2016, indeks Pasar Modal Nasional sebesar 4,4% meningkat dari yang sebelumnya di tahun 2013 yaitu  sebesar 3,79%, artinya dari 2013 – 2016 mengalami peningkatan sebesar 0,61%. Sedangkan untuk indeks inklusi Nasional tahun 2016 juga mengalami peningkatan dari 0,11% di tahun 2013 menjadi 1,25% di tahun 2016, meningkat sebesar 1,14%.

Di Wilayah Kerja OJK Malang terdapat kantor cabang Perusahaan Efek (PE) sebanyak 15 kantor, kantor cabang Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) di Wilayah Kerja OJK Malang sebanyak 55 kantor, dan Galeri Investasi sebanyak 12 yang terdiri dari 10 galeri di Kota dan Kabupaten Malang dan 2 galeri di Kabupaten Probolinggo. Terdapat 3 (tiga) emiten di Wilayah Kerja OJK Malang yaitu PT Madusari Murni Indah (MOLI) , PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) dan PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC)

Pada posisi September 2019, jumlah investor saham di Kota dan Kabupaten Malang sebanyak 14.622 investor. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Malang pada 2018 yaitu sebesar 3.457.913 jiwa, maka jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Malang yang berinvestasi di sektor saham kurang lebih sebesar 0,42%. Sedangkan jumlah investor reksadana di Kota dan Kabupaten Malang sebanyak 23.263 investor. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Malang pada 2018, jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Malang yang berinvestasi di sektor reksadana kurang lebih sebesar 0,67%.

Adapun kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 14 s.d. 15 November 2019 di Malang, yakni Seminar Pasar Modal dengan tema “Pasar Modal sebagai Pilihan Investasi” yang merupakan hasil kerjasama OJK bersama BEI dengan PT Reliance Sekuritas. Kegiatan ini ditujukan dengan kepada masyarakat umum di kota Malang, khususnya para mahasiswa, BincangSantai bersama Media Mitra OJK Malang; dan Business Meeting dengan Pemilik/Pengendali Kelompok Usaha di kota Malang

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Pasar Modal khususnya di kota Malang,” Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri. (Hum/*)