Foto : Yuni bersama menu khas WTS. (had)

BACAMALANG.COM – Tidak hanya mencari profit, upaya yang dilakukan pelaku usaha juga selayaknya mempunyai kepedulian kepada sesama.

Salah satu contoh seperti upaya yang dijalankan pemilik Warung Tengah Sawah (WTS) Kepanjen Yuni Dwiyanto ini layak mendapat apresiasi.

“Saya ingin turut memberdayakan warga sekitar dengan menampung menjadi karyawan bekerja di WTS ini,” tutur Yuni Dwiyanto di awal wawancara kepada awak media.

Pria alumnus SMK Pirngadi Surabaya ini menjelaskan, pihaknya peduli terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi warung.

Yaitu dengan turut melibatkan karang taruna keluharan Panggungrejo Kepanjen yang bekerja sebagai karyawan, staf dan tenaga pengamanan.

Kini puluhan pemuda-pemudi kampung sudah direkrut menjadi karyawan pada warung yang berada di jantung kota Kepanjen ini.

Kepedulian sosial lain ditunjukkan dengan membuka program magang sekolah bagi siswa-siswi SMK di Kabupaten Malang.

Ia menuturkan, pihaknya membuka program siswa magang (PSG) atau prakerin untuk siswa SMK sebagai bekal penting sebelum lulus sekolah.

Untuk saat ini empat siswa SMK dari Madrasah Aliyah Al Islam Wonokerto Kecamatan Bantur Kabupaten Malang sedang mengikuti PSG selama sebulan.

“Kami membuka kesempatan bagi siswa-siswi SMK untuk mengasah jiwa enterpreneur sebagai bekal lulus nanti,” terang ayah empat putra ini.

Ia mengungkapkan, PSG penting agar siswa bukan hanya mendapat bekal teori selama di bangku sekolah, namun juga bisa mempraktikkan dalam hal menawarkan produk, dan menghadapi komplain kastamer.

Korporat dan family dominasi WTS. (ist).

Terkait bisnis warung, Yuni menceritakan jika fokus membidik keluarga dan korporat.

Dikatakannya, pihaknya fokus melayani para keluarga dan korporat untuk berbagai event atau acara.

Dipaparkannya, mereka biasanya menggelar acara meeting, rapat, seminar, gathering, arisan di WTS.

“Saya bersyukur saat ini pihak yang banyak order di tempat kami didominasi family dan korporat,” tegas Yuni.

Ia menjelaskan, peringkat kedua penyumbang omset adalah dari segmen anak muda Milleneal.

“Makanya kami berencana buka hingga malam hari khusus dengan menu minuman kopi untuk segmen Milleneal,” tukas Yuni.

Hingga kini WTS yang mempunyai suasan cozy dan asri karena berada di tengah sawah ini, eksis dengan menawarkan aneka menu Chinnesse Food, menu Jawa, aneka minuman segar serta kudapan ringan khas anak muda.

“Doakan usaha kami semakin maju dan berkembang. Alhamdulillah dalam sebulan rata-rata mendapat omset Rp 100 juta,” pungkas Yuni. (had).