Foto : Ilustrasi. (ist)

BACAMALANG.COM – Isu perpecahan pada Pilkada Kabupaten Malang 2020 dalam internal partai PDI Perjuangan tidak bisa dibuktikan atau hoax, Robit Ketua PAC Gondanglegi, menyatakan tidak ada kamusnya PDI Perjuangan di Kabupaten Malang itu pecah.

Ia menyatakan tidak ada satupun ada penyataan yang menyebut, dalam pertemuan yang dihadiri oleh Hasan Abadi, berbicara soal politik, karena yang dibicarakan potensi masalah dan peta kondisi pertanian, perikanan, pariwisata dan seluruh potensi untuk Kabupaten Malang.

Pihaknya menegaskan, pada pertemuan yang digelar di Kafe Punden Jalan Mercoyo Gondanglegi, Minggu malam 12/1 jam 19.00 WIB, sama sekali tidak membicarkan politik, apalagi soal dukung mendukung.

“Selama pertemuan itu tidak ada membahas politik, kita hanya berdiskusi terkait dengan potensi Kabupaten Malang, jadi kalau ada pernyataan, dukung-mendukung calon tertentu itu sama sekali tidak benar,” tukasnya.

Menurut dia, seluruh kader partai di Kabupaten Malang, akan tegak lurus, patuh dan taat dengan putusan partai. Makanya kalau ada yang menyebut ada perpecahan di tubuh PDI Perjuangan, itu dapat dipastikan bukan berasal dari kader partai.

“Kader partai pasti satu suara, siapapun yang direkomendasikan partai, wajib hukumnya untuk didukung. Siapapun itu, baik Bu Sri Untari, mapun calon lain, karena keputusan partai itu, bagi kami merupakan harga mati,” tambahnya.

Guna mengklarifikasi, kejadian itu, para pengurus PAC, Selasa 15/1 kemarin, selain Robit PAC Gondanglegi, Susiono Sekretaris PAC Wajak, Yudi Ketua PAC Pagelaran, dan Rusdiono sendiri menjadi narasumber pada pemberitaan tersebut, memberikan batahan.

Rusdiono, mengaku tidak pernah menyatakan ada perpecahan di tubuh PDI Perjuangan Kabupaten Malang, bahkan ia menandaskan jika seluruh kader PDI Perjuangan disemua tingkatan tetap solid, satu garis dengan kebijakan DPP. “Semua satu suara tidak ada yang berbeda apapaun keputusan partai akan kami dukung,” tegasnya. (yog)