Bumi perkemahan Bedengan Selorejo Dau (ist)

BACAMALANG.COM – Infrastruktur menjadi salah satu sarana pemercepat tercapainya peningkatan perekonomian, pertanian, dan kesejahteraan warga.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Selorejo Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, berkonsentrasi membangun infrastruktur di desanya. Hal ini diungkapkan Kades Selorejo, Bambang Soponyono, belum lama ini.

Dikatakannya, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu cara untuk meningkatkan laju perekonomian dan mobilitas masyarakat di bidang pertanian. Bambang menjelaskan, pihaknya fokus membangun infrastruktur seperti, pavingisasi jalan di lingkungan, plengsengan TPT, drainase dan renovasi kantor desa, dengan alokasi dana APBDes tahun 2019.

“Untuk pavingisasi dengan volume luas sekitar 3.225 meter persegi terbagi menjadi 15 titik kegiatan. Untuk kondisi yang sudah terealisasi saat ini sekitar 3.075 meter persegi. Adapun untuk kekurangannya yang 150 meter kini masih dalam proses pengerjaan,” kata Bambang.

Kades yang jabatannya masuk periode dua ini menambahkan, untuk plengsengan terbagi menjadi 5 titik. Kegiatan saat ini pun sudah 100 persen selesai. Bambang menjelaskan, untuk 1 titik yaitu proyek drainase saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Diungkapkannya, untuk renovasi kantor desa berupa penambahan ruang dapur dan mushola yang bersumber dari ADD, PBH dan PAD, kini dalam proses pelaksanaan dengan capaian sekitar 40 persen.

Desa Selorejo sendiri semakin dikenal masyarakat. Pasalnya, selain potensi wisata alam, desa ini juga sebagai sentra penghasil jeruk.

“Potensi jeruk disini sangat luar biasa,setiap tahun bisa memanen 24 ribu ton,” jelasnya.

Tak hanya berhenti disitu, saat ini Pemdes Selorejo juga tengah merintis pariwisata alam bumi perkemahan Bedengan yang setiap bulan tidak kurang dari 5.000 pengunjung. Terlepas dari itu, Pemdes Selorejo juga tengah mengembangkan wisata petik jeruk yang potensinya sangat luar biasa.

Di lain sisi terkait potensi seni dan budaya, Desa Selorejo masih melestarikan dengan baik.

“Sebagai bentuk nyata perhatian kita dalam pengembangan seni dan budaya ini, kegiatan ini kita masukkan dalam program kerja saya, yang kita tuangkan dalam RPJMDes. Karena sektor kesenian ini sangat menunjang untuk pengembangan desa wisata kita, sedang budaya adalah sebagai filter dan benteng dari pengaruh yang kurang baik. Kita akan terus pertahankan desa kita sebagai desa wisata,” urai Bambang.

Dengan melihat potensi yang ada, kedepan Bambang berharap, ada perhatian lebih dari pemerintah daerah. Utamanya, untuk penyediaan sarana maupun prasarana transpotasi yaitu adanya peningkatan maupun pelebaran jalan.

“Untuk kondisi jalan, saat ini banyak dikeluhkan oleh pengunjung wisata. Karena itu, jalan disini perlu dilebarkan,” pungkas Bambang. (Had/Mid)