Foto : Masyarakat berebut gunungan batik (ist)

BACAMALANG.COM – Hari Batik Nasional tiap tahunnya diperingati pada tanggal 2 Oktober mengingatkan masyarakat bahwa batik Indonesia merupakan warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi yang diakui oleh UNESCO.

Di Kota Malang, peringatan Hari Batik Nasional ke-10 ini dirayakan masyarakat di depan gerai Batik Tulis Celaket (BTC).

Acara yang dikenal sebagai Festival Batik Celaket ini, menampilkan fashion show batik dengan sejumlah model lokal hingga mancanegara. Saat peragaan busana, model – model ini diiringi oleh musik jaran kepang dan Banyuwangian.

Menariknya, masyarakat yang hadir juga diberikan kesempatan untuk mendapatkan batik produksi BTC secara cuma – cuma. Syaratnya, mereka harus berebut 500 kain batik berbagai motif yang disusun dalam 3 gunungan batik.

Ketua Panitia sekaligus owner BTC, Hanan Jalil mengatakan, tema yang diambil dalam peringatan ini adalah “Wajah Indonesia di Kampung Celaket.

“Kenapa kita mengambil tema itu, karena bangsa ini tengah dilanda duka. Tapi Indonesia ya seperti itu, meskipun kita congkrah (tak bersatu), tapi besok kita sudah kembali bersama lagi. Karena saudara itu meang seperti itulah,” kata Hanan yang juga pimpinan Partai Nasdem Kota Malang ini.

Terkait gunungan batik sendiri, lanjut dia, adalah sebagai bentuk rasa syukur terhadap kain batik yang secara sah dimiliki Indonesia dan diakui UNESCO. “Harapan saya para pengrajin batik juga membagi-bagikan karyanya untuk warga sekitar juga,” jelas Hanan, inisiator Festival Batik Celaket yang sudah memasuki gelaran kelima ini.

Ia pun berharap kepada Pemerintah agar semakin peduli dengan para pengrajin batik. “Jadi tidak hanya terhadap pengusaha – pengusaha besar saja , tapi juga yang kecil bisa diberikan kepercayaan untuk membuat batik – batik yang digunakan di pemerintahan kabupaten maupun kota,” tutupnya.