Foto : Teguh, petani kopi Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. (had)

BACAMALANG.COM – Guna memaksimalkan omset penjualan kopi, Petani kopi Robusta (kopi merah) Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang minta Pemkab Malang turut membantu pemasaran produk hingga mancanegara.

Hal ini disampaikan perwakilan petani kopi merah Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang Teguh (35) kepada media, Kamis (16/1/2020).

“Selama ini kami menilai pemasaran kurang optimal. Makanya kami minta bantuan agar Pemkab Malang membantu pemasaran produk kopi Robusta merah khas desa Jambuwer Kromengan. Kami ingin produk bisa terjual sampai internasional,” tandas Teguh.

Teguh menceritakan jika sebelumnya dirinya mencari nafkah sebagai petani padi, maka sejak 3 tahun lalu fokus menekuni menjadi petani kopi.

Jika dulunya mengawali menjadi petani kopi secara asal-asalan, akhirnya lambat lain Teguh tertarik untuk serius dan konsisten karena prospek yang bagus.

Ia menjelaskan, jumlah kelompok tani desa ada 5 kelompok. Untuk yang fokus menekuni kopi ada 2 kelompok. Sedangkan anggota GAPOKTAN (gabungan kelompok tani) aktif sebanyak 27 orang.

Foto : Arif Wibowo, pemuda Desa setempat. (had)

Sekedar informasi, hingga sekarang di Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang mempunyai dua rumah produksi kopi jenis kopi merah Jambuwer.

Ada dua rumah produksi di desa Jambuwer, yaitu berada di Dusun Cakru’an Klopo Kuning dan Dusun Glagah Arum.

“Selama ini bantuan dari dinas terkait DTPHP (Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Perkebunan) sudah kami terima berupa bantuan alat-alat pengolahan kopi dan bibit,” terang Teguh.

Ia menuturkan pihaknya mampu memproduksi kopi sejumlah 450-500 kg/bulan.

Sementara untuk omset, Teguh mengungkapkan mampu mengantongi hasil penjualan kopi robusta tersebut sebesar Rp 25-30 juta/bulan.

Berkat usaha keras Teguh bersama anggota kelompoknya, produk kopi bisa dipasarkan ke Malang, Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, Kalimantan, Bali dan Sulawesi.

“Semoga ada bantuan dari Pemkab Malang untuk pemasaran produk sampai mancanegara. Karena semakin banyak penjualan akan bisa menambah penghasilan buat warga di tempat kami,” papar Teguh mengakhiri. (Had).