Foto : Tabur bunga PGRI Kabupaten Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI ) Kabupaten Malang menggelar acara tabur bunga di makam tokoh pendidikan. Tujuannya, agar generasi muda bisa mengenal dan menghargai jasa jasa pendahulunya.

“Ziarah para pejuang pendidikan ini untuk mengenang jasa- jasa  beliau, karena beliau adalah pejuang, khususnya di organisasi PGRI,” kata Dwi Soetjipto, Ketua PGRI kabupaten Malang.

Selain itu, pihaknya juga mendoakan agar semoga amal ibadah empat pejuang pendidikan ini diterima oleh Allah SWT. Tokoh yang dimaksud yakni H Maksum (Kromengan), Hasan Anshori (Pakisaji), H Murdjono (Tumpang) dan H Ahmad Rifa’ie (Singhasari).

Ia berharap, tokoh – tokoh pembela hak – hak dan nasib guru ini dijadikan tauladan bagi para guru Muda di kabupaten Malang, karena  segalanya tidak muncul begitu saja.

“Jadi orang ibaratnya hari ini bisa minum air itu harus tahu siapa yang gali sumur. Paling tidak kita menjadi diri sendiri dan contoh bagi generasi muda, serta selalu mengingat perjuangan senior kita, dengan mengingat siapa yang berjuang dan siapa yang kita teladani,” ujarnya.

Rangkaian HUT PGRI ke-74 ini dimulai dengan seminar pendidikan yang menyambut generasi revolusi 4.0. Ada  ribuan guru dari 33 kecamatan yang mengikuti seminar ini.

Puncak peringatan yakni gerak jalan santai yang dihadiri oleh Bupati Malang di Stadion Kanjuruhan pada 8 Desember 2019 mendatang. Sebanyak 30 ribu akan dilibatkan sampai pagelaran Wayang Kulit yang digelar pada malam harinya.

Daud Puji Slamet, Koordinator Wilayah  Donomulyo  berharap di HUT PGRI ke-74 ini para guru di Kabupaten Malang bisa melakukan tugas dan fungsi dengan baik agar mutu pendidikan menjadi lebih baik. (Yon/Yog)