Foto : PKPA Peradi RBA Malang (yog)

BACAMALANG.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Rumah Bersama Advokat (RBA) Malang menghadirkan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar dalam kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) sebagai narasumber.

Ketua DPC Peradi RBA Malang, Yayan Riyanto mengatakan bahwa Haris Azhar sengaja diundang karena termasuk tokoh HAM di Indonesia. Dengan begitu, kehadirannya tentu akan menjadi pelecut semangat bagi puluhan peserta PKPA.

“Jadi supaya peserta ini lebih bersemangat untuk menikmati pendidikan ini. Jadi menikmati, jangan terpaksa untuk belajar,” terang Yayan, sapaan akrabnya, Sabtu (3/8/2019).

Selain itu, lanjut Yayan, juga untuk membantah anggapan bahwa semakin banyak PKPA, maka semakin banyak memproduksi advokat yang tentu juga banyak yang meragukan kualitasnya.

“Jadi kita buktikan bahwa PKPA kita ini mendatangkan pemateri – pemateri yang berkualitas. Hari ini ada Bang Haris, besok pas penutupan juga ada Pak Luhut Pangaribuan (Ketua DPN Peradi) yang sekaligus juga mengajar. Jadi kita membantah, juga (membuktikan) tidak asal produksi advokat,” paparnya.

Ia menambahkan, pihaknya mendidik calon – calon advokat ini dengan proses – proses yang benar dan sesuai dengan undang-undang. “Jadi tidak asal merekrut calon advokat dan jadi advokat, terus besoknya sudah langsung praktek. Mereka ini masih ada proses lagi untuk ujian, magang, nanti baru bisa disumpah

“Jadi tidak benar sekarang ini produksi advokat besar – besaran untuk kepentingan organisasi, tapi adalah untuk kepentingan masyarakat dan keadilan,” imbuhnya.

Foto : Materi PKPA (yog)

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pelaksana PKPA, Niko C Aditya. Menurutnya, dengan kehadiran pemateri – pemateri berkualitas ini juga untuk menepis kekhawatiran dari beberapa advokat senior tentang banyaknya jumlah advokat, maka otomatis menurunkan kualitas daripada advokat itu sendiri.

“Kami rasa tidak, karena di PKPA Peradi RBA Malang ini kita menghadirkan tokoh – tokoh yang sekaliber Pak Haris, juga Pak Luhut Pangaribuan,” tuturnyam

Apalagi, tambah Niko, dalam PKPA kali ini ada tambahan materi baru tentang pendidikan anti korupsi sesuai hasil Rakernas Peradi RBA 2019 lalu. “Materi baru ini tentu akan menambah kualitas advokat,” jelasnya.

Editor : Prayoga