Foto : Bersih desa (ist)

BACAMALANG.COM – Meski minim perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Malang, namun berkat keswadayaan dan keuletan, warga dan pemerintahan desa Sunberbendo Kucur Kecamatan Dau Kabupaten Malang berhasil menggelar kegiatan Karnaval dan Bersih Desa baru-baru ini.

Pada acara yang diadakan rutin setiap setahun sekali ini, ribuan masyarakat yang tinggal di Dusun Sumberbendo menyelenggarakan acara sedekah bumi.

Kepala Desa (Kades) Kucur, Abdul Karim menuturkan, warga membuat kreasi ancak (makanan yang diwadahi ke dalam kotak nasi) dan tumpeng yang didesain menyerupai berbagai bentuk yang terbilang unik.

Dalam agenda bersih desa kali ini, warga Dusun Sumber Bendo membuat kreasi tumpeng yang menyerupai berbagai bentuk hewan dan monumen bersejarah.

Ada empat bentuk, yakni replika tumpeng berbentuk naga, kupu-kupu, dan burung merak.

Selain itu juga ada tumpeng yang didesign menyerupai bentuk orang serta menara Eiffel.

Dalam agenda rutinan tersebut, juga diikuti oleh seluruh dusun yang ada di Desa Kucur.

Selain mengadakan acara bersih dusun di daerah masing-masing, warga juga membuat kreasi tumpeng untuk memeriahkan agenda bersih desa yang diadakan di Desa Kucur, Kabupaten Dau.

Biasanya setiap dusun membuat tumpeng antara 4 hingga 7. Sedangkan kreasi tumpeng yang diadakan dalam agenda sedekah bumi di tingkat desa, warga membuat tumpeng sebanyak 20.

Pada kreasi tumpeng yang dibuat menjulang tinggi hingga mencapai 2 meter tersebut.

Sumber dari dana berasal dari iuran yang dikumpulkan dari warga. Ketika dana sudah terkumpul, masyarakat yang tinggal di Desa Kucur akan menggunakan uang iuran warga tersebut untuk membeli berbagai peralatan dan perlengkapan guna membuat tumpeng.

Persiapan membuat tumpeng menjadi berbagai bentuk ini, membutuhkan waktu sekitar satu minggu.

Sedangkan bahan baku yang digunakan, murni dari poensi yang ada di Desa Kucur.

Yaitu tumpukan buah dan sayuran yang dibentuk menjadi berbagai replika hewan dan monumen tertentu.

Persiapan yang membutuhkan waktu satu minggu penuh itu, sebanding dengan prestasi sekaligus apresiasi yang diberikan oleh para wisatawan.

Maklum saja, dalam agenda bersih desa yang memiliki konsep menyerupai festival buah tersebut. Terbilang sangat unik dan bisa dibilang baru pertama kali di Indonesia, bahkan di kancah internasional.

Abdul menambahkan, jika setiap kali event bersih desa diselenggarakan. Berbagai wisatawan baik domestik maupun manca negara, rela berjubel dengan masyarakat Desa Kucur hanya demi menyaksikan agenda rutinan tersebut secara langsung.

”Setiap ada acara ini (bersih desa) pasti selalu dipenuhi penonton, bahkan banyak artis yang rela datang jauh-jauh untuk menyaksikan arak-arakan tumpeng tersebut. Kemarin juga sempat artis Edi Brokoli datang ke sini (Dusun Sumberbendo) untuk menyaksikan agenda bersih desa secara langsung,” pungkasnya.

Pewarta : Had Tris