Pembangunan gedung di MAN Insan Cendekia Pasuruan (ist)

BACAMALANG.COM – Pembangunan dua gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan diduga ada yang tidak beres.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga, pihak pelaksana proyek tidak mengerjakan pembangunan sekolah itu sesuai dengan rancangan anggaran biaya atau RAB. Seperti halnya dalam tahap pengurukan sebelum pembangunan gedung dimulai.

Pada pengurukan ini, seharusnya pihak pelaksana proyek menggunakan pasir dan batu. Pasir dan batu semestinya digunakan untuk urukan padat bawah lantai, urukan halaman, serta jalan akses.

Untuk pengurukan tersebut, pasir dan batu yang didatangkan seharga Rp 204.901 per kubik. Namun kenyataan di lapangan berkata lain.

Jika mengacu pada harga diatas, pasir dan batu yang didatangkan seharusnya memiliki total harga Rp 1.639.208 per satu dump truk atau setara delapan kubik.

Namun disini, pihak pelaksana proyek malah mendatang tanah, yang harganya lebih murah. Untuk satu dump truk atau setara delalan kubik, harganya hanya Rp 350.000.

Adanya perubahan rencana itupun menimbulkan tanda tanya. Kredibilitas PT Kuto Alam Abadi selaku pelaksana proyek dalam hal ini kemudian juga diragukan.

Ketika dikonfirmasi, pihak pelaksana proyek bersikeras mengatakan bahwa menjalankan pembangunan tersebut sesuai RAB.

“Untuk pengurukan kami menggunakan pasir dan batu kok. Memang untuk dasarnya kami pakai tanah uruk, tapi tengahnya kami pakai pasir dan batu. Pengurukan sudah melalui mekanisme yang berlaku, untuk pengerasan kami juga sudah menggunakan loader,” kata anggota tim PT Kuto Alam Abadi, Arso, belum lama ini.

Dia pun menjamin, pengurukan tersebut tidak akan menimbulkan persoalan di belakang nantinya.

“Untuk urukan padat bawah lantai, saya jamin tidak akan amblas. Karena akan kami cor beton seperti kontruksi jalan. Sedangkan untuk bangunan dijamin selesai di akhir tahun,” timpal Arso.

Penulis: Dhimas Fikri