Foto : Awali perbaikan Jembatan Muharto. (Hum)

BACAMALANG.COM – Rekonstruksi Jembatan Muharto akhirnya dimulai pada Jumat (22/11/2019) pagi. Sebelum pengerjaan kapasitas jembatan yang sudah turun hingga 40 persen ini, terlebih dahulu dilakukan do’a bersama.

“Pagi tadi, lazimnya nilai – nilai budaya kita serta sadar bahwa kuasa hanya milik Tuhan, maka menandai awal pelaksanaan pembangunan kita lakukan permohonan doa bersama,” info Soni, demikian Kepala DPUPR kota Malang akrab disapa.

Ditambahkannya, estimasi pelaksanaan pengerjaan rehabilitasi jembatan Muharto akan diselesaikan dalam kurun waktu 1 (satu) bulan.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, bahwa sesuai dengan rekomendasi tim teknis UB rehabilitasi jembatan Muharto menggunakan metode Refrofit, yang hasilnya mampu mengembalikan kondisi fisik seperti semula.

Menggunakan anggaran dari Belanja Tidak Terduga Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 1,3 Milyar, penanganan jembatan Muharto ditarget tuntas 1 (satu) bulan.

Metode “retrofitting” sendiri adalah metode atau teknik untuk melengkapi bangunan dengan memodifikasi atau me-restore dengan menambah bagian atau peralatan baru yang dianggap perlu karena tidak tersedia pada saat awal pembuatannya.

Teknik Retrofitting bertujuan untuk menyesuaikan kondisi atau keperluan baru terhadap bangunan seperti memperbaiki bangunan yang rusak, memperkuat bangunan, menambah dan lain sebagainya, tanpa harus membongkar total bangunan yang sudah ada. Ka DPUPR juga meyakinkan, pasca rekonstruksi, jembatan Muharto sangat layak dan aman dilewati.

“Meski tetap saya berpesan perilaku bijak harus terus ditumbuh kembangkan, diantaranya perilaku buang sampah sembarangan di bibir jembatan, dibahu jembatan atau dilempar lewat jembatan,” pesan Soni. (Hum/Yog)