Foto : Rakerpim Perguruan Tinggi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jatim. (ist)

BACAMALANG.COM – Menutup medio bulan Oktober 2019, kembali Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur menetapkan peringkat 10 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Jatim.

Salah satu prestasi istimewa adalah masuknya Universitas Islam Malang (UNISMA) ke dalam peringkat lima besar tiga tahun berturut-turut.

Atas torehan prestasi spesial tersebut, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr Masykuri MSi merasa bersyukur dan bangga.

“Kami bersyukur pada Allah SWT karena Unisma dalam 3 tahun terakhir ini selalu masuk PTS 5 Besar di Jatim,” tegas Prof Dr Masykuri MSi.

Rektor terpilih yang ditetapkan pada Senin (26/11/2018) tersebut menuturkan, Unisma diganjar reward prestisius berkat poin besar penilaian dari berbagai aspek.

Beberapa point’ penilaian tersebut meliputi inovasi, kerjasama, manajemen, penelitian dan pengabdian, SDM dan kemahasiswaan.

“Alhamdulillah kami bisa meraih prestasi karena unggul dalam sisi inovasi, kerjasama, manajemen, penelitian dan pengabdian, SDM dan kemahasiswaan,” tandas rektor UNISMA periode 2018-2022 tersebut.

“Kami secara khusus mengucapkan terima kasih atas kerjasama seluruh unsur civitas akademika. Kami akan terus berupaya meningkatkan prestasi ini,” jelas pria religius tersebut.

Seperti diketahui, Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur tahun 2019 di Singhasari Resort Batu, Rabu (30/10) telah menetapkan 10 besar PTS di Jatim.

Adapun secara lengkap telah ditetapkan 10 besar PTS di Jatim. Yaitu untuk peringkat pertama Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya, kedua Universitas HangTuah Surabaya, ketiga UNISMA, keempat Universitas Khatolik Widya Mandala Surabaya, kelima Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya.

Selanjutnya peringkat keenam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ketujuh Universitas Muhammadiyah Surabaya, kedelapan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, kesembilan Universitas PGRI Madiun dan kesepuluh Universitas Surabaya (Ubaya).

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Suprapto, DEA. menyatakan bahwa tantangan pendidikan tinggi ke depan semakin berat.

“Perguruan tinggi tidak hanya dituntut melaksanakan Tri Dharma khususnya pembelajaran yang bermutu, tetapi untuk terus menerus melakukan perbaikan,” ungkap Suprapto. (Had).