Foto : Berbagi pengetahuan (ist)

BACAMALANG.COM – Argoyuwono merupakan desa yang berada di kaki gunung semeru dengan keaneragaman hayati yang melimpah terutama tanaman herbal yang banyak tumbuh liar di kebun-kebun warga maupun di pekarangan rumah. Diantaranya yaitu tanaman binahong, kumis kucing, dan pegagan. Keaneragaman tanaman obat di desa Argoyuwono belum dimanfaatkan dengan optimal. Bahkan tidak sedikit yang menganggap tanaman-tanaman herbal tersebut sebagai gulma. Hal ini dikarenakan masih minimnya tingkat pengetahuan masyarakat.

Senin (26/8/2019), KKN 12 Universitas Islam Malang (Unisma) mengadakan Revitalisasi Konservasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dilaksanakan di balai desa Argoyuwono tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat agar mengelola potensi lokal dengan memberdayakan seluruh elemen masyarakat mulai dari ibu-ibu PKK hingga karang taruna. Ibu-ibu PKK diberdayakan dalam hal budidaya. Sedangkan karang taruna diberdayakan untuk pemasarannya.

Salah satu hal yang penting dalam pengembangan program TOGA adalah pemahaman membudidayakan TOGA. Budidaya sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan pemanfaatan TOGA. Untuk menunjang tujuan tersebut KKN 12 membagikan bibit tanaman obat kepada masyarakat desa.

Foto : Warga (ist)

Sebagai percontohan, KKN 12 Unisma membuat demplot taman TOGA yang berada di belakang balai desa Argoyuwono. Taman tersebut merupakan taman edukasi dengan koleksi tanaman sebanyak 25 tanaman. Diantaranya, ekor kucing, adas pulowaras, jati belanda, mimba, seroja, daun duduk, tapak dara, dewandaru, mahkota dewa, jeruk lemon, mint, dan beberapa jenis empon-empon diantaranya jahe merah, jahe biasa, kunyit, kencur, dan kunci.

Ikhsanul Kh, owner Kebun Online Malang sebagai pemateri kegiatan tersebut, membagi pengetahuannya pada masyarakat mengenai identifikasi tanaman obat beserta manfaatnya, selain itu juga memberikan pemaparan mengenai internet marketing sebagai solusi pemasaran efektif di era sekarang. Sehingga pemanfaatan tanaman obat yang ada di sekitar masyarakat tidak hanya berhenti untuk konsumsi keluarga sendiri, tetapi juga bisa didistribusikan sebagai produk yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat argoyuwono. Pemateri juga mendemonstrasikan cara penyeduhan minuman sehat teh daun mint yang dipadukan dengan daun stevia. Hal itu dilakukan agar obat tradisional tidak dipandang hanya sebatas “minuman jamu atau jamu gendong”. Akan tetapi jika disuguhkan menjadi minuman yang unik dengan citarasa modern minat masyarakat untuk mengkonsumsi obat tradisional akan meningkat.

Kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa KKN 12 ini, diharapkan mampu mendorong semangat masyarakat Argoyuwono untuk menghidupkan kembali potensi sumberdaya keaneragaman hayati melalui kegiatan pengembangan pelestarian atau perlindungan plasma nutfah, dan juga memanfaatkan potensi sumberdaya hayati yang ada sebagai produk yang bernilai ekonomis. Yaitu mengolahnya dengan cara dikeringkan atau dibuat minuman instan. Dengan demikian kesehatan sekaligus perekonomian masyarakat desa Argoyuwono dapat meningkat.

Penulis : Iza Ari Arafia