Foto : Sam Heri Cahyono, Malang Jejeg. (ig)

BACAMALANG.COM – Sosok yang menjadi Wakil Bupati, selayaknya mempunyai integritas dan skill manajerial yang baik, sehingga pekerjaan yang banyak di Kabupaten Malang cepat tersolusikan.

Hal ini dikatakan Hari Cahyono alias Sam HC calon Bupati Malang jalur Independen, usai kegiatan diskusi bersama para mahasiswa Pascasarjana FISIP UB, Rabu (4/12/2019) sore.

“Tidak hanya kandidat tersebut telah selesai dengan dirinya sendiri, dalam hal ekonomi, namun juga semestinya mempunyai integritas dan skill manajerial yang mumpuni,” tutur pria yang juga Founder GOD Management School ini.

Sam HC lebih jauh mengungkapkan dirinya berharap agar kandidat mempunyai integritas yang tinggi dan hanya takut kepada Allah SWT.

Selain itu, kandidat diharapkan juga mempunyai kemampuan manajerial yang baik agar stigma wakil bupati hanya menjadi ban serep tidak berlaku lagi.

“Harapannya, jika ada 10 pekerjaan, maka 6 pekerjaan dihandel Bupati, sementara sisanya ditangani wakil bupati agar pekerjaan tidak menumpuk dan cepat selesai,” tegas Sam HC.

Sam HC mengatakan, pihaknya telah bertekad bulat untuk berjuang di jalur independen dan menutup tawaran koalisi dengan partai manapun.

“Kami memantapkan hati untuk berjibaku di jalur independen. Tawaran koalisi bahkan telah datang sebelum awal kami maju, dan karenanya kami terpaksa menolak,” tandas Sam HC.

Sementara itu, Advisor Malang Jejeg, Soetopo Dewangga menjelaskan hingga kini sudah ada total 14 pelamar untuk menjadi pendamping. Namun yang telah menyerahkan berkas ada 12 orang.

“Puluhan pendaftar, berasal dari beragam latar belakang. Ada yang dari kalangan agamawan yaitu ustadz, pengusaha terkenal, dan juga satu orang perempuan dari ibu rumah tangga,” terangnya.

Konvensi penjaringan dilakukan selama sekitar satu minggu, yang nantinya mereka diseleksi oleh beberapa panelis.

Tidak tanggung – tanggung, panelis yang dilibatkan terdiri dari Radhar Panca Dahana (Budayawan Nasional), Yunan Syaifullah (Praktisi Media dan pengamat sosial politik), Luthfi J Kurniawan (Pendiri Malang Corruption Watch) dan Bambang Irianto (Peraih Penghargaan Kalpataru atas dedikasinya dalam pelestarian lingkungan di Kota Malang).

“Kami menggandeng para senior dan pakar, yang diharapkan bisa mendapat output pendamping yang profesional, berintegritas dan kemampuan manajerial serta leadership yang bagus,” terang Soetopo Dewangga. (Had)