Foto : SDK St Yohanes Purwodadi Donomulyo ajari siswa toleransi dengan Agama lain. (Yon)

BACAMALANG.COM – Sekolah Dasar Katolik (SDK) St Yohanes Purwodadi Donomulyo memberikan pembinaan karakter dan ekstra kurikuler agar kelak menjadi pribadi yang jujur dan gotong royong dan toleransi dengan pemeluk agama lainnya.

Suhartoko, Kepala sekolah dasar Katolik St Yohanes Purwodadi Donomulyo mengatakan, dalam membina karakter peserta didiknya setiap hari senin dan hari lainya ada  kegiatan yang mengajak peserta didik baris di halaman sekolah dengan hormat bendera Merah Putih dengan tujuan membangun karakter siswa cinta tanah air dan menghargai para pahlawanya .

” Pendidikan karakter ini yang kami kuatkan seperti baris tiap pagi dengan hormat bendera agar banyak siswa berminat sekolah di lembaga kami,” ungkapnya .

Tantangan lembaga kami adalah apabila lembaga negeri memberikan pendidikan gratis kami juga mencarikan donatur agar anak -anak disini sekolah tanpa dibebani  biaya karena kondisi masyarakat berbeda beda tingkat kemampuanya .

Menurutnya lembaga swasta sangat berbeda sekali dengan lembaga negeri harus mampu berinovasi untuk mendapatkan siswa salah satu upaya dengan pembebasan sumbangan pembinaan pendidikan .

Setiap bulan sekali pada Minggu pertama, ada pendidikan karakter yang kita beri nama Bina Iman dan Mental yang disingkat Birontal yang diberikan sesuai keyakinan masing – masing .

Pembinaan mental diberikan peserta didik dalam bentuk pembinaan mental sesuai agama dan kepercayaanya  yang beragama Islam dapat bina iman dengan guru agama Islamnya demikian juga  yang katolik sesuai agama dan kepercayaan masing – masing dan  mengajarkan  toleransi beragama sejak dini saling menghargai agar bisa menjadi generasi yang cerdas dan berbudi .

Frater Thomas Onggo Sumaryanto menambahkan, biasanya di awal untuk pendidikan karakter dengan menganalisa kondisi anak – anak dan kondisi masyarakat sehingga bisa mengambil tema yang mudah dipahami masyarakat soal gotong royong dan kejujuran .

“Permainanya yang simple – simple aja dan ada gamenya demikian juga gotong royong ada metodologinya sendiri,” tegasnya .

Harapanya dengan pendidikan karakter anak – anak nantinya menjadi pribadi yang jujur, goyong royong, religius dan menjadi pribadi yang berkarakter bagi umat manusia saling mengasihi satu dengan lainnya. (Yon)