sekolah dasar
kegiatan belajar di sekolah dasar (ist)

BACAMALANG.COM – Ratusan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Malang  belum membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) periode keempat. Hal itu diduga karena proses pencairan sangat mepet dengan bulan terakhir.

Kepala Bidang SDN Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono mengaku molornya LPJ karena pencairanya tanggal 23 Desember 2019, sehingga tidak mungkin membuat laporan dalam waktu yang sangat mepet sekali.

Hal senada diungkapkan Kasi Evaluasi Program Bantuan Operasional Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Cecep. Ia menambahkan bahwa lambannya pembuatan laporan karena proses pencairan dana BOS triwulan yang keempat baru dicairkan tanggal 23 Desember 2019 dan provinsi sendiri yang memproses.

“Jadi bukan kabupaten atau kota yang proses,” tegasnya.

Dana BOS Kabupaten Malang untuk tahun ini sebesar Rp 80-144 miliar untuk untuk SDN saja 1066 lembaga yang langsung dicairkan ke lembaga masing-masing.

Korwil Dau, Sunarji menambahkan bahwa selaku bawahan dirinya tidak tahu karena sifatnya hanya menjalankan tugas dengan lembaga di kecamatan Dau ada sekitar 22 lembaga SDN.

“Lembaga di korwil Dau sudah menyerahkan mas laporannya,” tegasnya.

Kepala SDN Bayem 02 Kasembon, Gianti, ketika dikonfirmasi terkait laporan LPJ BOS triwulan keempat membantah karena laporan sudah diberikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. 

SDN Bayem 02 Kasembon sendiri mendapat bantuan operasional sekolah triwulan keempat  sendiri sekitar 23.520.000,00 dengan perbedaan jumlah siswa di laman BOS Kemendikbud 147 siswa ,tetapi kepala sekolah Bayem 2 siswanya ada 151.(yon/zuk)