Foto : Plt. Bupati Malang HM Sanusi memanen Melon Korea. (ist)

BACAMALANG.COM – Terbukti membawa hasil melimpah dan berkualitas, pertanian Hidroponik kini makin menjadi primadona di Kabupaten Malang.

Terkait hal tersebut, Pemkab Malang memberikan dukungan untuk pengembangan dan optimalisasi.

Salah satunya adalah akan dibuka pertanian melon Korea di green house di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang beberapa waktu ke depan.

Hal ini dikatakan Plt Bupati Malang HM Sanusi saat menggelar kunjungan ke Pondok Pesantren Al Huda, Desa Patokpicis Kecamatan Wajak, baru-baru ini.

Kunjungan tersebut dalam rangka untuk melihat langsung dan memanen buah melon hidroponik yang dikembangkan dalam green house.

Melon Korea yang mirip pepaya ini dipasarkan ke luar negeri dengan harga fantastis mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

Sanusi, memanen buah melon itu didampingi H. Tajoell Arifin selaku Kepala Yayasan Pondok Pesantren Al Huda.

Politisi PKB ini menambahkan, langkah pengembangan tanaman hidroponik di dalam green house ini membutuhkan dana yang cukup besar, namun hal itu sepadan karena juga memberikan hasil pendapatan besar. 

Sanusi menilai, langkah perawatan dan cara bertanamnya lebih muda dan tidak memerlukan pupuk kimia seperti peptisida.

Tanaman organik ini menjadi incaran dunia.

”Jika merasa sudah cocok dan untung, maka para petani ini akan dilepas untuk membuka usaha atau bertanam sendiri. Pengembangan ini akan dikerjasamakan dengan pihak Universitas Brawijaya,” tegas Sanusi mengakhiri.

Pewarta : Had Tris