Foto : Sinau bareng Cak Nun (ist)

 BACAMALANG.COM – Agenda istimewa peringatan Hari Bhayangkara ke-73 pasa Senin (22/7/2019) malam di halaman Mapolres Malang, menghadirkan Emha Ainun Najib bersama Kyai Kanjeng dalam tajuk merajut kembali Persaudaraan berlangsung sukses dan khidmat.

Pasca berjalannya pilpres diharapkan polarisasi sudah hilang dan sudah waktunya bangsa Indonesia merajut kembali tali persaudaraan untuk membangun negara menuju kemakmuran bersama.

Hal ini dikatakan Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, dalam sambutan pada acara yang dihadiri ribuan warga Malang Raya tersebut.

“Sepanjang 2018 dan 2019 Kita disibukkan dengan Pemilu, dengan masa kampanye panjang. Polarisasi terjadi sangat ekstrem. Sekarang saatnya Sinau Bareng Cak Nun, merajut kembali tali persaudaraan untuk membangun demi kemakmuran bersama,” jelas Ujung.

Dalam agenda istimewa tersebut Emha Ainun Najib mengatakan, sehebat apapun negara, kalau rakyatnya tidak bersatu, pasti akan hancur.

“Kalau memang ingin negaranya kuat, maka rakyat harus bersatu,” ucap Cak Nun.

Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng ini, diadakan oleh Polres Malang, dalam rangka memperingati ke-73 Hari Bhayangkara. Tema Sinau Bareng adalah ‘Pererat Tali Silaturahmi Pasca Pemilu 2019, Kita Semua Bersaudara’.

Acara ini, menyedot banyak penonton. Warga penggemar Cak Nun dan Kiai Kanjeng, datang dari berbagai daerah. Tidak hanya Malang Raya, tetapi juga beberapa kota di Jawa Timur.

Menurut Cak Nun, dalam hidup manusia yang pertama adalah Tuhan. Nomor dua adalah Nabi. Nomor tiga Ibu. Dan nomor empat, bapak serta keluarga.

Dikatakannya, dari pandangannya, negara bukan sesuatu yang harus disembah.

Negara, hanyalah sesuatu yang diolah manusia karena di dalamnya ada air, ada tanah dan kekayaan alam lain. Dan itu semuanya amanat dari Tuhan pada manusia untuk mengelola sebuah negara. 

Cak Nun dan Kiai Kanjeng secara spesial mempersembangkan lagu Tombo Ati untuk Kapolres Malang.

“Lagu ini spesial untuk Pak Kapolres Malang. Kita doakan semoga diberikan kekuatan hati menjalankan tugasnya menjadi Kapolres Malang,” kata Cak Nun.

Lagu tombo ati juga diikuti langsung oleh kelompok hadrah dari Polwan milik Polres Malang.

Cak Nun juga mengapresiasi kelompok hadrah polwan dari Polres Malang.

“Polwan bisa shalawatan hanya ada di Indonesia. Tidak ada di negara lainnya. Itulah Indonesia. Dari itu, kita harus banyak bersyukur ada di bumi Indonesia. Harus terus menjaga kedamaian,” jelas Cak Nun.

Pewarta : Had Tris