Bupati Malang, Muhammad Sanusi (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Bupati Malang, Muhammad Sanusi angkat bicara terkait penetapan status tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang terhadap Direktur RSUD Kanjuruhan sekaligus mantan Kepala Dinas Kesehatan, Abdurrachman.

“Ya kita serahkan proses hukum ke penegak hukum. Kalau memang sudah terjadi begitu ya kita serahkan semuanya ke penegak hukum,” ucap Sanusi, usai membuka gelaran Malang Sound Festival di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Selasa (14/1/2020).

Sanusi pun menyebut, meskipun Abdurrachman telah ditetapkan sebagai tersangka, namun dipastikan bahwa pelayanan di RSUD Kanjuruhan masih berjalan normal.

“Yang jelas tidak mempengaruhi layanan publik. Karena begitu nanti sudah ada penetapan, maka akan digantikan oleh Plt (pelaksana tugas, red) atau sebelumnya sudah ada job fixed nanti. Itu sudah secara otomatis, supaya tidak menggangu jalannya pelayanan,” ungkapnya.

Politikus PKB ini kemudian menyampaikan, hingga saat ini dirinya belum menerima surat resmi dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang perihal penetapan tersangka Abdurrachman.

“Surat resmi dari Kejaksaan itu belum masuk ke saya. Sampai hari ini, itu belum masuk, secara resmi. Secara lisan, Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Abdul Qohar AF, red) sudah menyampaikan,” terangnya.

Atas peristiwa tersebut, Sanusi mewanti-wanti kepada seluruh jajaran dibawahnya agar amanah dalam menjalankan tugas dan menghindari segala bentuk korupsi.

Pria yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Malang ini juga memastikan bahwa pihaknya tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Abdurrachman.

“Karena ini kasus umum, yang bersangkutan sudah menunjuk pengacara. Kalau dari pemerintah itu khusus bagi yang terkait hubungannya pemerintahan,” tukasnya.

Penulis: Dhimas Fikri