Foto : Prof Neil Towers and Nadine Sulkowski sebagai kemitraan Hibah International Erasmus+ dari Uni Eropa saat berkunjung ke STIE Malangkucecwara (yog)

BACAMALANG.COM – STIE Malangkucecwara (ABM) menerima kunjungan Prof Neil Towers and Nadine Sulkowski sebagai kemitraan Hibah International Erasmus+ dari Uni Eropa senilai Rp 1,5 miliar.

“Kunjungan ini karena kami telah menerima dana hibah digunakan untuk menumbuhkan jiwa dan generasi wirausaha dengan adanya ABM Hub,” kata Kaprodi Akutansi STIE Malangkucecwara, Widanarni Pujiastuti, Rabu (26/6/2019)

Seperti diketahui, ABM merupakan salah satu dari 11 universitas di Eropa dan Indonesia selaku penerima dana hibah yang diarahkan untuk membuat resource di perguruan tinggi, yang bisa menjembatani institusi pendidikan dengan dunia usaha.

“Untuk di Malang ada dua (kampus), UB sama ABM,” imbuhnya.

Menurutnya, dana hibah ini untuk peningkatan kapasitas, menumbuhkan jiwa, cara berpikir, dan mental entrepreneurial bagi civitas akademika ABM. Pelaku wirausaha pun juga dihadirkan agar bisa saling bertukar pikiran secara langsung.

“Jadi kita ada program ini selama tiga tahun. Tujuan utamanya adalah mengembangkan kewirausahaan. Salah satunya difasilitasi membuat tempat bertemu namanya grup HUB. Kalau di kita namanya ABM Hub,” tuturnya.

ABM Hub sendiri, telah diresmikan pada tanggal 11 April 2019 lalu. Sejumlah perangkat PC, Laptop, Tablet, dan internet berkecepatan tinggi juga sudah disediakan. Selain itu juga ada program kunjungan yang dilakukan setiap enam bulan sekali, mulai dalam hingga luar negeri.

“Ruangan ini masih belum aktif berjalan, tapi kita sudah mulai mengundang alumni yang wirausahawan. Dia menyampaikan tentang Smart Bisnis Mapping (SBM). Harapanya nanti akan terus berlanjut dengan entrepreneur lain. Apakah itu alumni, non alumni juga gak masalah,” paparnya.

Dengan fasilitas ini, lanjut dia, ia optimis program entrepreneurial bisa lebih merata dan maksimal. Para mahasiswa khususnya, tidak hanya mengetahui tentang isu teoritisnya saja, tapi juga isu-isu praktis.

“Jiwa – jiwa entrepreneur itu sebenernya sudah ada, cuma mungkin belum diwadahi lebih khusus. Kemudian training – training yang spesifik itu masih kurang. Harapannya kedepan pelatihan – pelatihan lebih banyak, difasilitasi pameran juga untuk menawarkan produk,” pungkasnya.