Foto : Lomba lukis di Expo Kabupaten Malang (ist)

BACAMALANG.COM – Sebagai upaya menanamkan rasa cinta budaya kepada siswa Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menggelar Lomba Lukis di Expo Kabupaten Malang.

Selain menyediakan stand untuk mengenalkan berbagai program pendidikan, juga menggelar berbagai lomba yang tentunya difokuskan pada pengembangan minat dan bakat para pelajar di bawah kewenangannya.

Ratusan pelajar dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) secara bersama-sama didampingi para gurunya, asyik diajak berkreasi dalam lomba melukis dan mewarnai.

Lomba lukis dan mewarnai yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dilaksanakan tanggal 4-5 September 2019.

Objek yang disiapkan panitia bertalian erat dengan berbagai program di Kabupaten Malang. Seperti tema stunting dalam lomba lukis poster yang diikuti 130 pelajar dari tingkat SMP dan SMA. 

Sampai dengan lomba mewarnai topeng untuk para pelajar PAUD dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang.

Tak ketinggalan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang juga menggelar lomba melukis payung kertas yang diperuntukkan untuk pelajar SMP.

Berbagai lomba tersebut selain untuk memeriahkan expo pembangunan juga dalam upaya terus meningkatkan keterampilan para pelajar dalam minat dan bakat di bidang non akademik.

“Ini merupakan upaya kita untuk memanfaatkan berbagai momen dengan cara melibatkan para pelajar di dalamnya. Dimana, salah satu tujuan kita adalah memberikan ruang dan kesempatan seluasnya kepada para pelajar kita untuk berekspresi,” kata Puji Hariwati Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Konsep lomba yang digelar Dinas Pendidikan juga cukup menarik dan memiliki nilai filosofis yang bisa jadi pengetahuan bagi para pelajar ke depannya.

Festival Mewarnai Topeng Malangan Gunung Sari, misalnya, dipilih dalam rangka mengenalkan kepada para pelajar PAUD terkait sosok atau karakter yang tepat. Dimana selain sebagai bagian dari warisan budaya Kabupaten Malang, topeng Malangan gunung sari yang memiliki karakter kesabaran serta kejujuran, bisa jadi contoh bagi para pelajar. 

“Harapan kami dengan kegiatan festival ini, anak-anak menjadi generasi penerus bangsa dan kenal kebudayaan di wilayah masing-masing. Sekaligus mengangkat destinasi wisata topeng Malang, dan menjadikan anak cinta budaya dan tanah air,” ujar Sri Nurani, Ketua PKG PAUD Gemilang Kepanjen.

Pewarta : Had Tris