Wakil Walikota Malang, Ir Sofyan Edi Jarwoko mendukung penuh Tong - Tong Night Market (ist)

BACAMALANG.COM – Wisata kuliner Tong Tong Night Market kini hadir di kota Malang. Wisata kuliner tahunan yang dimotori oleh The Shalimar Boutique Hotel Malang ini akan berlangsung selama dua hari terhitung sejak tanggal 26-27 Juli 2019 bertempat di Taman Tjerme Klojen, Malang.

Direktur The Shalimar Boutique Hotel Lily Jessica Tjokrosetio mengatakan, bahwa wisata kuliner tersebut terinsipirasi dari Tong Tong Fair yang diselenggarakan di Belanda. Sebuah pasar besar yang diselenggarakan oleh warga Indonesia di Belanda sejak 1959 dan masih berlanjut hingga sekarang.

“Tong Tong Night Market sebagai bentuk apresiasi atas sejarah dan budaya kota Malang. Acara ini juga merupakan kegiatan yang beragam dan progresif yang diselenggarakan setiap tahun sembari melestarikan budaya kota Malang,” terang Lily, Jumat, 26/7/2019.

Dikatakan, Tong Tong Night Market 2019 kini hadir dengan konsep baru yakni Urban Cultural Heritage, yang merupakan perpaduan warisan budaya historis dan kontemporer yang disatukan dan ditampilkan sebagai bagian dari penafsiran kembali wisata budaya lokal.

“Dalam Tong Tong Night Market itu dihadirkan beragam pilihan kuliner populer dari kota Malang untuk pengunjung seperti Bakso Malang, tahu telor, pangsit mie, bebek dan ayam goreng, serta makanan lokal khas Indonesia,” ujar Lily.

Tak hanya itu, di Tong Tong Night Market 2019 juga menyoroti keunikan kota Malang seperti Podjok Dolanan dan Tjemilan Raya untuk mengenang era 1990-an dengan berbagal mainan dan jajanan tempo dulu.

Para pengunjung akan merasakan pengalaman berbeda dengan koleksi kendaraan jaman dulu seperti VW Kombi, Motor BMW, bahkan becak yang merupakan koleksi pribadi dari The Shalimar Boutique Hotel Malang.

Panggung hiburan juga akan diisi oleh seniman dari berbagai aliran seperti alunan musik dan tari untuk menemani santap malam.

Selain itu, sebagai kontribusi terhadap budaya dan perkembangan ekonomi kota Malang, Tong Tong Night Market 2019 menampilkan hasil karya kreatif produk lokal kreatif seperti Keramik IAC Malang, kreasi mahasiwa Universitas Negeri Malang (UM), dan Batik Soendari. Lebih dari itu, pengunjung juga diberikan fasilitas free Wi-Fi yang dapat diakses selama acara berlangsung.

Tong Tong Night Market juga akan memberikan pengalaman masa kolonial dengan menggunakan mata uang Gulden Shalimar (GBS). Hal ini dilakukan dari sebuah inspirasi dari mata uang lndonesia pada masa VOC di abad ke-17 sebagai alat pembayaran selama acara Tong Tong Night Market 2019.

Sementara itu Wakil Wali kota Malang Sofyan Edi mengatakan, pihaknya menyambut dengan baik Tong Tong Nigh Market tersebut. Pasalnya dengan digelarnya wisata kuliner itu dapat menarik wisatawan di malam hari.

“Wisatawan dan pengunjung di kota Malang ini kalau siang hari mereka susah terjadwal, berbeda dengan malam hari, mereka lebih banyak kosong. Maka dengan adanya Tong Tong Night Market ini bisa menarik wisatawan,” terang Bung Edi sapaan akrabnya.

“Bisa saja orang Indonesia yang berada di Belanda menganggap yang di Malang ini adalah Tong Tong Night Market yang asli. Padahal tadi dikatakan terinspirasi dari Belanda,” ujar Wakil Wali kota Malang.

Lebih lanjut Sofyan Edi berharap dengan adanya event ini dapat menarik wisatawan lebih banyak lagi di malam hari.

Pewarta : Mukhlis