Foto : Warga peduli aids Turen (ist)

BACAMALANG.COM – Perhatian terhadap komunitas ODHA (Orang dengan HIV-AIDS) dari pemerintah, dirasakan masih minim dan kurang.

Padahal sesungguhnya komunitas ini juga mempunyai hak untuk mendapatkan perlakuan dan akses yang sama dalam mengasah skill masing-masing untuk bisa bertahan hidup.

Cara unik dan kreatif dari Komunitas
Warga Peduli AIDS (WPA) Turen ini patut dicontoh.

“Memperingati HUT RI ke-74 kami mengadakan pelatihan bahasa Inggris untuk ODHA. Kami berharap mereka bisa beradaptasi dan menyiapkan diri untuk berkompetisi di era modern seperti sekarang,” tegas Tri Nurhudi Sasono ,M.Kep. Ketua WPA Turen kepada awak media baru-baru ini.

Seperti diketahui, Warga Peduli AIDS Turen merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia dengan cara yang unik yaitu mengadakan kursus bahasa inggris bagi teman-teman ODHA (Orang dengan HIV-AIDS).

Tema Kemerdekaan ke-74 RI SDM Unggul menuju Indonesia Maju adalah Upaya meningkatkan dan mencetak sumber daya manusia yang unggul sehingga dapat memajukan kesejahteraan Indonesia dalam persaingan global termasuk Komunitas Warga Peduli AIDS (WPA) Turen.

Tri Nurhudi Sasono ,M.Kep. Ketua WPA Turen menyampaikan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI ini diawali dengan kegiatan kursus bahasa inggris bagi teman-teman relawan peduli AIDS dan ODHA menyiapkan diri untuk berkompetisi di era modern sekarang.

Pria yang juga Dosen STIKes Kepanjen ini menuturkan, meskipun menyandang status ODHA diharapkan tidak perlu berkecil hati apalagi patah semangat.

” Kita semua harus berjuang bersama untuk bisa menyeimbangkan sumber daya manusia tanpa adanya stigma diskriminasi,” tuturnya.

Diungkapkannya, tidak ada kata sulit untuk belajar, termasuk kursus berbahasa inggris ini.

“Tidak perlu muluk-muluk untuk berbahasa inggris paling tidak dimulai dari hal yang sederhana dan mulailah dari diri kita sendiri terlebih dahulu,” terang Tri.

Sementara itu, Instruktur pengajar Bahasa Inggris Moch.Joansyah atau yang akrab disapa Mr. Mojo menyampaikan kegiatan ini sangat penting dan selayaknya sering dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan.

Metode pengajaran dengan melibatkan peserta dan memberikan bendahara kalimat-kalimat yang sering digunakan ketika bertemu dengan orang pertama yang kita kenal.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Puskesmas Turen diikuti 37 ODHA dan Relawan Peduli AIDS.

Pria yang juga Kepala Sekolah Lembaga Bahasa Inggris TBI The British Institute sangat mengapresiasi kelompok WPA Turen ini.

“Hampir semua ODHA semangat dan antusias,” tandas Mr. Mojo.

Pada tempat yang sama, Marsudi ,S.Sos. selaku Kasie Kesra Kecamatan Turen yang hadir mewakili Camat Turen dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini sangat bermanfaat selain menambah pengetahuan tidak lain juga melalui kegiatan ini dapat mempertemukan dan menyambung silaturahim antar anggota.

“Bapak Camat Turen berpesan sangat mendukung kegiatan WPA Turen ini dalam rangka memberdayakan ODHA dan segala kreatifitas ketrampilan yang dimiliki sehingga SDM unggul ini bisa menjadikan Turen lebih baik dan umumnya Indonesia semakin maju dikancah dunia,” tukas Marsudi.

Pewarta : Had Tris